SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Cerita Berantai (Games)

Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Sat 14 Apr 2012 - 15:27

prompt selanjutnya : sampah
albino albino albino
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Sun 15 Apr 2012 - 14:16

"Line":
 

==== ==== ==== ==== ====

Prompt: Perfectionists

Yak!
beres-beres ampas penghapus sekarang~~

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Mon 16 Apr 2012 - 1:42

Anjriiit...kmren udh nulis panjang2 dtutup seenakny sm suamiku... Nangis
ya udh lanjutin pny rui aja klo gtu Very Happy

Quote :


Ah jangan, mendingan pake baju hijau yg baru kubeli kemarin aja. Ini kan pesta kawinan sepupu ipar, jadi minimal mesti make baju yg bener2 bagus. Ah, mesti dicuci dlu kmren capek bgt jadi gak sempet. Aduh, pusing deh!

Aku bangun dan bergegas menuju kamar mandi bagian belakang. Sebenarnya tidak tepat disebut kamar mandi karena aku selalu mencuci di sana, malah jarang menggunakannya untuk mandi. Aku keluarkan semua baju kotorku, termasuk baju yg harusnya dari kemarin dicuci. Untung aku punya mesin cuci, jd semua pakaian kotor tinggal dimasukkan. Mungkin menunggu sekitar setengah jam.

Hm...teken yg ini, berapa menit ya? 30 menit? Ah, jangan! Nanti pakaianku kurang bersih....Kutekan lagi tombol pada mesin cuci itu hingga waktunya menjadi 40 menit. Aku termangu, aku ragu lagi dan kuubah lagi waktunya menjadi 50 menit. Kupikir itu terlalu lama, jangan pula pakaianku menjadi rusak atau rapuh. Aku kurangi waktunya menjadi 45 menit. Aku kembali ragu, apakah terlalu sebentar atau terlalu lama. Kalau terlalu sebentar, pakaianku tidak cukup bersih, tetapi kalau terlalu lama, pakaianku akan cepat rusak. Aku kembali kurangi menjadi 40 menit. Lima menit sia-sia hanya untuk menekan tombol.

Aku bosan menunggu. Apa ada yg ingin kukerjakan? Aku ingat-ingat kembali kegiatanku untuk esok hari. Seperti biasa, jadwalku harus tepat waktu. Jam 4 bangun, siapin sarapan. Hmm...sarapan apa ya? Oiya liat di kulkas. Kakiku segera melangkah ke kulkas. Aku melihat ada telur, ada sayur-mayur, ada nugget, ada sosis. Aku bertopang dagu.

Bikin nasi goreng? Ah, kecapnya bukan kecap merek yg biasa aku beli. Kemaren anakku yg beli dan dia salah beli. Gak usah, deh. Telor ceplok? Pake apa? Roti habis, kalo telor pake lalapan, kayaknya gak ngenyangin. Aku melihat noda coklat di bagian bawah kulkas. Padahal kulkasku selalu bersih. Aku mengernyit dan melihat sebuah puding coklat yg kelihatannya habis dimakan dan bersisa. Entah siapa yg memasukkan mangkok ke dalam kulkas tanpa melihat-lihat, mengakibatkan semangkok plastik puding itu jatuh dan isinya menetes-netes. Aku mengeluh dan langsung mengambil lap di laci dapur. Aku membersihkanya secepat kilat. Lalu, aku membawa lap itu ke tempat cuci dan merendamnya sebentar dengan deterjen. Tidak usah pake mesin cuci kalo cuma selembar.

Aku kembali ke kulkas utk mengamati isinya yg bisa kuolah besok utk sarapan. Aku memutuskan utk membuat omelet isi ayam cincang, pasti anakku dan suamiku akan menyukainya.

"Mah!" tegur sebuah suara. Aku tersigagap kaget.
"Aduh, papa ngagetin aja."
"Ini udh jam 2, ayo tidur..."
"Itu pah, mama ada cucian yg kelupaan, trus mama jg lg ngerendem lap...Cucian jg belum selesai, kan mau dijemur dulu."
"Gak, tidur!"
"Pah...," keluhku saat dia dengan tegas menggiringku kembali ke kamar.

Sampai di kamar, aku meledak marah, memaki-makinya. Aku belum sempat menyelesaikan semua pekerjaan rumah, tapi dia tidak mengerti. Kenapa dia tidak bisa memahamiku? Padahal yg kulakukan ini bukannya demi dia, agar dia mendapat rumah yg nyaman? Agar anakku juga bisa menikmati kebersihan dan keteraturan di rumah? Mungkin sekitar 10 menit aku berseru2 tertahan karena aku tidak mau anakku terbangun dan mendengar ada keributan jam 2 pagi. Dia harus sekolah dan tidurnya harus cukup.

"Udah?" sahut suamiku pelan. Matanya memancarkan kesabaran yg luar biasa dan aku kesal. Aku kesal sebenarnya dia melakukan itu demi kebaikanku. "Sekarang jam 2 pagi, gak usah pikirin apa yg belum selesai. Gak bakalan ada habisnya. Mamah kan ikut terapi buat ngertiin hal itu kan?"

Aku tersentak dan terpaku mendengar kata terapi. Sudah 2 bulan aku menjalani terapi, karena aku sudah terserang maag kronis, bahkan aku sempat dirawat selama beberapa minggu karena liverku terserang virus. Akibat keletihan yg kuderita. Tapi, semuanya demi keluargaku! Apa salahnya?

"Mamah udh ngelakuin yg terbaik, kok... Gak ada salahnya rumah kotor, berantakan dikit. Mamah jauh lebih penting drpd rumah..."

Air mataku tumpah. Tumpah pula semua kegelisahan yg ada di batinku selama ini. Selama 20 tahun sejak ayah dan ibuku bercerai saat aku berusia 10 tahun, aku tidak pernah bisa tidur. Kata2 mereka yg bertengkar untuk terakhir kalinya masih terngiang2 di telingaku. Ayahku berteriak mengatakan ibu tidak becus mengurus rumah dan anaknya. Berarti aku adalah penyebab perpisahan mereka. Aku telah menyebabkan orangtuaku sendiri bercerai.

Sejak itu, tidurku tidak pernah tenang. Aku selalu bertekad akan menjadi seorang wanita yg telaten. Rumah tangga yg kuhuni harus nyaman, bersih, tentram. Setitik noda berarti segudang masalah. Sejak itu pula, aku selalu tidur selewat shubuh, tidak lagi memedulikan jam biologisku. Harus sempurna, harus sempurna, harus jadi orang yg becus. Aku terisak-isak entah hingga berapa lama di pundak suamiku.

Dan, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bisa tidur sebelum shubuh. Di pelukan suamiku. Ini rumah tangga yg lain, ini adalah suami yg lain. Dia bukanlah ayahku, aku bukan ibuku. Kenyamanan tidak selalu harus bersifat fisik. Batinku harus menyertainya, dengan begitu, suami dan anakku juga bisa berbahagia batinnya.

Selamat tidur semuanya.




N.B Hati2 yg sama jam biologis. Ngelirik jam hadeeeeeuuuhhh.......
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Mon 16 Apr 2012 - 12:03

Prompt dari Kakak? .-.

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Mon 16 Apr 2012 - 22:32

jam biologis mungkin?
haha,
gubrak!
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Tue 17 Apr 2012 - 4:12

oooo iya ya.........mangaaaapp...

Prompt slajutny : ujian nasional

(kita angkat nih topik yg lg hangat)
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Tue 17 Apr 2012 - 12:18

Quote :
Prompt: Ujian Nasional
Judul : Kegiatan Sebelum Ujian
Rated : T+ Lidah

Cintia bangun beberapa jam lebih awal pagi ini. Saat jam dinding belumlah genap mencapai angka tiga pagi, gadis itu sudah terjaga oleh suara dering telfon genggam miliknya. Tanda bahwa ada pesan singkat yang dikirimkan ke padanya.

Kali ini, Cintia merasa maklum. Ia justru senang dengan gangguan yang diterimanya di pagi buta. Cepat ia beranjak dari atas tempat tidur. Menyambar kotak kamunikasi miliknya.masih bergetar saat Cintia mengambilnya sekali pun sudah dua menit berlalu semenjak dering pertama terdengar.

Ada 5 pesan tertera di layar. Berasal dari satu nomor yang sama dan hanya diisi oleh abjad-abjad A, B, C, D, dan E. Tidak lebih dan tidak kurang. Walau ada beberapa abjad lain yang memberi kejelasan apa makna dari pesan-pesan singkat yang dikirimkan berturut-turut tersebut.

Cintia lalu mengambil kertas kecil dan pensil yang sudah disiapkan sejak semalam. Dengan kesadaran yang masih mengawang, ia mulai menyalin isi pesan tersebut. Membuatnya serapi dan seterbaca mungkin mengingat kertas yang ia gunakan cukup kecil. Tidak sampai 5x5 cm.

Isi dari pesan tersebut mungkin tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Namun bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional seperti Cintia dan kawan-kawannya, isi pesan tersebut sangatlah penting. Bocoran isi dari jawaban soal ujian hari ini.

Bwahaha, kegiatan semasa UN XD

Next: Sejarah

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Tue 17 Apr 2012 - 23:55

waddduuuuh kgiatanny nyari bocoran??? Shocked



Quote :


Prompt : Sejarah
Judul : Bosan
Rate : 18+ (terlalu tragis bwt anak kecil apalagi ada adegan mengutuk Tuhan Very Happy )

Aku berjalan terseok-seok. Dahagaku mulai menyiksaku, menguapkan seluruh kekuatanku. Ya Tuhan, aku rela apabila Kau mau mengambil nyawaku sekarang. Tiada air dan makanan memang sangat menyiksa tubuhku, tetapi Engkau biarkan batinku berdahaga. Aku berjalan sendirian, di dunia tanpa akhir. Dunia tanpa satupun yg mengenalku. Aku ada, tp tidak ada. Aku hidup, tapi hanya sebagian kecil saja. Ah, begitu luas dunia ini tanpa kawan dan saudara. Ya Tuhan...

***

"Gimana ujiannya?"
"Gampang...," sahutku terkekeh mendengar pertanyaan temanku yang penuh kecemasan itu.
"Susaaah, ra..." Dia merengek padaku seolah aku adalah guru yg bisa memberikan keringanan nilai untuknya.

Aku memang tergolong siswa yg cerdas. Maksudku, dalam hal akademik. Pengukurnya mudah saja, nilai ujian dan nilai yg tertera di rapor. Hanya dgn itu semua guru bersimpati kepadaku dan teman-temanku berdecak kagum padaku. Hidup yg membahagiakan, sempurna.

Membosankan. Bahagia, sempurna, terlalu membosankan. Aku mengutuk hidupku dalam hati. Nilai kuperoleh hanya dengan belajar sedikit, dengan sebuah senyuman semua org bersimpati dan ingin dekat denganku. Orangtuaku penyayang, welas asih dan sabar menghadapi anak2nya. Membosankan. Seolah hidupku telah diatur dlm suatu scene hitam-putih yg tiada warna.

"Kau bosan?" Aku tersentak. Baru saja aku berada di kamar, tiba2 aku sudah berada di padang rumput yg luas. Di hadapanku ada seorang bocah cebol. Kuamati lagi. Bukan bocah, tp manusia dewasa, hanya cebol. Dia tersenyum. Senyum dingin tanpa keriangan, tak sampai ke matanya. Aku menatapnya waspada. Dia mengulurkan dengan kedua tangannya sebuah nampan berisi poci teh dan cangkirnya, seakan-akan sedang memberikan persembahan kpd ratunya. Aku menatap nampan itu dan dia bergantian.

"Penghilang kebosanan, adik manis..." Aku mengernyit. "Bukannya adik manis di depanku ini sedang bosan? Ayo, minum saja, benar ini tidak berbahaya. Hanya sdikit mengubah khidupanmu."

Heran, aku mengambil poci itu. Menuangnya, tetes-tetesnya bening kehijauan, cerah dan bergoyang menggoda. Aku menenggaknya, heran, aku berani menenggaknya. Dan sejak itu, semua kebosananku menghilang. Seharusnya aku bahagia saat keinginanku terkabul. Pada kenyataannya...

***

Aku terisak-isak tak terkendali kini mengenangkan peristiwa itu. Sejak itu, banyak hal terjadi padaku. Hidupku mulai berubah alurnya, tiba2 keluarga bahagia itu menghilang. Sifat Papa berubah, dia berselingkuh dgn perempuan lain dan menjadi kasar thd ibuku. Ibuku yg kecewa mulai menjadi peminum. Dalam keadaan itu, seorang agen intel pemerintah datang dan menuduhku berkomplot dgn teroris. Aku panik, dan berusaha lari. Lewat jendela kamar mandi yg sempit. Pergi ke rumah temanku, mereka tidak ada. Semua org di kota tidak ada, mereka mengungsi oleh wabah. Saat aku kembali ke rumah diam-diam, rumahku pun sudah kosong. Kenapa ini???

"Kenapa menangis, nona manis?"
"Kamu...kamu..." isakku. "Tolong, kembalikan hidupku."
"Hm... Akupun tidak tahu caranya. Hanya bertugas memberikan sepoci minuman saja."
"Aku sendiri...aku sendirian..."
"Yah, aku datang karena kau berteriak minta tolong. Kau bosan, bosan dgn hidupmu yg terlalu biasa. Kuberikan yg luar biasa untukmu. Kenapa kau malah menangis?"

Aku mengutuknya, mengutuknya berkali-kali. Dia terdiam dan menghilang dgn meninggalkan pesan, "Biar hidupmu yg lalu jd sejarah utkmu, kenangan utkmu hidup di masa mendatang. Hargai hidupmu mulai sekarang..."

Aku mengutuknya, mengutuk alam, mengutuk Tuhan. Tapi, tidak ada yg terjadi. Aku hidup dalam kegersangan, lahir dan batin.



Next Prompt : Geng Motor Twisted Evil


Terakhir diubah oleh de_wind tanggal Tue 17 Apr 2012 - 23:58, total 1 kali diubah (Reason for editing : lupa lg prompt ny haduuuuuh....)
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 17 May 2012 - 3:32

oaalaaah kagak ada yg ngelanjutin??? okeh mulai lah klo gtu...!!! dor

Quote :


"Gimana soal pilkadanya?" tanya seorang pria berperut buncit dengan kepala yg sudah botak setengah. Dia mengelus perutnya yg dibalut oleh kain kemeja yg kancingnya sedikit tertarik di bagian perut. Pria lainnya yg lebih kurus dan lebih tinggi darinya, mengecek telepon selulernya.

"Saya udah dapet laporannya, pak. Kayaknya malah makin marak nih isu demonya."

"Bisa gawat, gus." Yang dituju menganggukkan kepala. Dia meminta diri dari kantor orang yg namany sedang banyak beredar di pamflet2 dan iklan2 media elektronik, baik radio maupun TV itu. Sesampainya di luar, dia menelpon seseorang.

"Pake aja yg kamu bilang itu..." Singkat, jelas, dia menutup telepon selulernya dan bergegas mengatur konferensi pers untuk bosnya.

----

"Sob, gmana, nih rencana kita touring?" Deru motor dan debu yg dihasilkan dari perputaran roda motor itu menggaung, meraung-raung di sekeliling mereka. Dadang melirik temannya yang berpakaian jaket kulit serba hitam. Warna maskot kelompok mereka. Dia tampak berpikir.

"Gampang, itu nanti diatur. Masa mau diomongin sekarang?" tunjuknya ke arah teman2 mereka yg lain yang sedang melaju kencang dgn motor mereka. Seorang ibu2 mendelik kesal kepada mereka, yg disahuti dgn seenaknya, "Mau ikut, bu??!!" Teriakan itu disertai derai tawa teman-teman segeng mereka yg kebetulan mendengar itu. Anton tertawa mencibir sang ibu yg sedang membawa sekantong besar belanjaan yang tampaknya dari pasar itu.

Tak lama, mereka sampai di tempat tujuan mereka. Salah satu rumah dari anggota geng mereka sengaja dibuat menjadi markas tempat mereka beristirahat. Kebetulan rumah itu punya halaman belakang yg luas, sengaja dibangun sebuah pendopo ala kadarnya untuk mereka nongkrong dan mabok-mabokan. Mereka berkumpul di sana.

"Rencana touring kita jadi?" Anton langsung membuka pembicaraan. Dia paling bersemangat mendukung acara touring mereka ini. Yg lain mengangguk menyetujui.

Dadang, yg telah menjadi pemimpin tidak resmi mereka, mencomot salah satu pisang goreng dari piring yg telah disiapkan oleh istri si tuan rumah. "Jadi dong, sob. Gila, lo. Kita kan udh rencanain ini dri jauh2 hari. Apa nnt sklian kita ngadain baksos. Akhir2 ini kan bnyk berita miring soal geng motor kyk kita. Yah, kita perbaiki lah reputasinya."

"Wah, susah nih, klo ada org kyk anton!" seru salah satu anggota mereka, mengingatkan Anton akan insiden yg baru saja terjadi saat dia meneriaki seorang ibu-ibu pejalan kaki. Dia mesem-mesem, merasa bersalah juga. Ketenangan mereka diganggu saat seorang pelajar SMU datang sambil terengah-engah, berlari menuju mereka.

"Bang, gawat!" Mereka melirik waspada. "Si Gandring dikeroyok!" Anton, yg paling berdarah panas terkejut, menggeragap bangun. Gandring adalah panggilan adiknya di kalangan teman sebayanya. Dia langsung mengikuti pelajar SMU tersebut. Teman-temannya sempat terpaku, tetapi akhirnya bergegas mengikuti mereka berdua.

Keadaannya parah. Tangannya patah dan beberapa giginya rontok. Seluruh mukanya dipenuhi balur biru-merah, dihiasi tetesan darah dari pelipisnya yg robek. Dia terbaring lemas di atas ranjang klinik 24 jam di dekat rumah Anton. "Siapa yg giniin dia!" bentak Anton kepada temannya, yg tadi mewartakan berita naas itu. Dia kontan menunduk dan menelan ludah. Takut untuk berbicara sesuatu. Dadang menepuk bahu Anton dan menyuruhnya mundur supaya dia bisa mengambil alih.

"Lo bisa cerita ke gue, kenapa dia bisa jadi begini?" Pemuda itu akhirnya bercerita dengan suara pelan dan terbata-bata. Salah satu anggota geng motor di kampung sebelah berselisih dengan Gandring dan naik pitam. Dia akhirnya memanggil teman-temannya dan mengeroyok Gandring di tempat sepi. Untung, pemuda itu melewati gang sepi itu. Dia berlari dan meminta pertolongan warga. Keadaan Gandring sudah gawat, dia sedang dipukuli bertubi-tubi di muka, padahal dia terlihat sudah lemas dan pingsan.

Beberapa anggota tampak murka, muka mereka memerah. Sebagian dari mereka memucat dan saling berpandangan. Mereka kenal dengan geng motor itu, salah satu pesaing terberat mereka dalam adu nge-trek yg sering diadakan tengah malam di jalanan kampung mereka yg sudah sepi. Mereka tau apa yg akan terjadi selanjutnya.

-----

Seorang pembaca berita di TV mewartakan bentrok antara dua geng motor yang berselisih paham. Bentrokan itu meluas hingga melukai warga yang tidak bersalah, bahkan beberapa rumah terbakar karena penggunaan bom molotov yang salah sasaran. Dari layar TV terlihat pembawa berita itu mendiskusikan tentang perilaku geng motor yg semakin brutal dan tidak terkontrol lagi dengan nada prihatin. Sementara pria berperut buncit tertawa geli.

"Sontoloyo! Baru gitu aja udah kena jebakan!" sahutnya girang. Ajudannya, pria bertubuh kurus itu, tersenyum simpul, senang bisa membantu bosnya dalam keadaan genting. Beberapa saat yg lalu, bosnya berkeringat dingin karena warga provinsi M itu mulai mencurigai ada yg tidak beres dari hasil pilkadanya. Dia telah dinyatakan menang dengan suara 54%, jauh melampaui dua kandidat lainnya, dengan suara 22% dan 7%, sisanya golput. "Oke, makasih bantuannya." Dia berpaling kepada lelaki ketiga, sembari mengisyaratkan sesuatu kepada ajudannya, yg dijawab oleh anggukan.

Ajudannya memberikan sebuah amplop tebal kepada pria ketiga itu. Dadang menerimanya dengan anggukan. Dia mengecek isinya dan menghitungnya, jumlahnya Rp 5.000.000,- tak kurang sehelaipun. Dia lantas tersenyum lebar kepada ajudan si gurbernur baru itu, dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengannya.

"Terima kasih atas kerjasamanya, pak."



masih ada yg mau ikutan?

NEXT PROMPT : Blackberry
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Fri 18 May 2012 - 7:52

habisnya prompt Kakak susah =="
ntar, cari ide dulu jalan

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
uzie.ra
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 49
Points : 57
Reputation : 0
Join date : 10.05.12
Age : 27
Lokasi : Bogor

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Fri 18 May 2012 - 8:59

pengen ikutan...
tpi promptny susah..=="

stuju sm rui, cri dulu ide...
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Sat 19 May 2012 - 5:05

Ruise V. Cort wrote:
habisnya prompt Kakak susah =="
ntar, cari ide dulu jalan

uzie.ra wrote:
pengen ikutan...
tpi promptny susah..=="

stuju sm rui, cri dulu ide...


spontan aja...sminggu lagi gak ada yg masukin aku sambet lg... wek (maniak bgt yak... melet)
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Sat 19 May 2012 - 11:54

iya deh ._.
diusahakan secepatnya

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Sat 19 May 2012 - 16:36

sibuk ujian kak..
#ngeles
licik
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 24 May 2012 - 1:17

hik hik hik... maen sendirian.... dead
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 24 May 2012 - 7:03

habisnya kalau di warnet ngetik nggak nyaman sih ._.

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 24 May 2012 - 13:02

bentar ya kak wind, mulai juni aku bakal aktif kok main2nya..
damai
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 24 May 2012 - 23:21

Quote :

Judul : Oh, Nooo...!!!
Prompt : Blackberry
Rate : BO (bimbingan org gila :p)


Aku menatap layar kecil di depanku. Aku tak pedulikan lagi TV yg meraung2 minta perhatian, maupun keriuhan di luar rumah yg berasal dari lalu-lintas yg padat. Aku hanya duduk sambil mengetik dengan kecepatan super. Kecepatan yg tidak pernah kumiliki saat aku membersihkan rumah atau mengerjakan PR. Aku terkikik sendirian, sementara di sekeliling kamarku kosong, tanpa penghuni.

"Yee, dasar!" sahutku, gaungnya berpantulan di dinding kamarku, menambah keriuhan kecil di sini.

"Lagian sih, elu..." gumamku.

"Gila, dia unfollow gue! sok hebat amat sih tuh anak!!!" bentakku.

Kotak kecil hitam itu terpaku tak berdaya menghadapi emosiku yang berlompatan ria tanpa arah dan kendali. Aku juga tak memedulikan kediamannya, tulisan pada layar lebih penting. Tiba-tiba aku melihat ke kamarku. Kondisinya sudah gelap gulita. Tirai kamar masih terbuka, tetapi pemandangan di baliknya sudah buram diselimuti kemuraman senja. Lampu masih terdiam dingin, seakan menatapku dengan mencela. Aku meregangkan badanku.

"Aduh, pengen pipis..." sahutku. Memang sudah beberapa jam aku terduduk di atas kasur. Mungkin ini salah satu penyebab kenapa pantatku kian hari kian menipis. Aku bangkit sambil menutup tirai dan menyalakan lampu. Semuanya dgn satu tangan, karena tangan kananku masih menari di atas keypad Blackberry kesayanganku. Jumlah BBM chat aktif : 35. Jumlah BB grup aktif : 13. Jumlah conversation YM : 21. Jumlah chat whatsapp : 32. Notifikasi Facebook : 17. Notifikasi Twitter : 200.

Aku keluar kamar dan berjalan ke arah kamar mandi, langkah kakiku sudah menghafal rute nya, aku bahkan tidak perlu melihat lagi.

"Ya ampuuuun!!! Tia, itu handphone tarok dlu! Shalat dulu, trus makan!!!" bentak sebuah suara yg kukenal baik, ibuku tercinta. Sayang, dia tidak mengerti makna BB dalam hidupku.

"Nanti jatoh, rusak baru tau rasa!" lanjutnya, saat aku melewatinya tanpa menoleh ataupun merespon.

Aku masuk ke kamar mandi. Saat itu berkali-kali suara-suara "tung" menyahut-nyahut memanggilku, berbagai notifikasi masuk. Aku membuka celana sambil membuka semua notifikasinya satu per satu. Tiba-tiba kakiku menginjak bagian lantai yg licin dan aku terpeleset. Tangan kiriku menjangkau pegangan yg ada, begitu pula tangan kananku. Dan BB ku? Melayang pasrah ke dalam closet diiringi teriakan piluku.

"Yaaaaahhh....!!!"

Plung. Bunyi itu bagaikan neraka bagiku. Aku panik dan segera menyeimbangkan badanku lagi. Aku ambil benda kesayanganku itu yg sudah terendam di air closet.

"Mamaaaaa...!!! Jatoh lagi HP ku....!!" teriakku sambil lari keluar kamar mandi.

"Bodo amat!!!" seru wanita itu sambil menyeruput tehnya.


next prompt : Lampu Minyak
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Wed 11 Jul 2012 - 23:36

Quote :


Judul : Warisan
Prompt : Lampu Minyak
Rate : Save

"Lampu minyak??" Andien terbelalak.

"Ma, Kakek itu juragan tembakau... belom lagi dia itu juragan Belanda sebelum jaman kemerdekaan dulu. Masak aku yang cucu kesayangannya cuma dapet lampu minyak butut begini??" Andien kembali merajuk.

Sore itu ibunya baru saja pulang dari notaris, untuk mengurus masalah harta warisan keluarga yang sudah tertunda bertahun-tahun sejak kakek Andien meninggal dahulu. Jika saja ini semua bisa selesai dahulu saat Andien masih SMP, saat kakek baru meninggal... mungkin Andien tidak akan merajuk marah seperti sekarang, saat Andien memasuki tingkat akhir kuliah manajemen bisnisnya, saat Andien sudah cukup besar untuk tahu aib keluarga. Utang judi pamannya, perceraian tantenya dan berbagai macam hiruk pikuk lain yang membuat segenap keluarga saling berebut warisan. Menyisakan Andien sebuah lampu minyak yang dahulu selalu berada disamping ranjang kakek... Ibunya mengurut kening.

"Ya udah deh ma.." Andien sendiri tidak terlalu ambil pusing. Memang ia sedang memerlukan tambahan modal untuk bisnis dengan teman kampusnya. Namun toh ia masih bisa makan, masih punya uang saku bulanan dan kendaraan sendiri. Ia sebenarnya lebih merasa kecewa. Kecewa dengan kondisi keluarganya.

Ia menutup pintu kamar setelah ibunya pergi, dan meletakkan lampu minyak itu diatas meja riasnya. Memandanginya membuat pikirannya kembali ke masa lalu. Ia duduk di pangku kakek yang senang bercerita. Bukan, bukan cerita dongeng. Cerita kakek biasanya tentang peradaban yang hilang, ooparts, piramida, konstelasi bintang Sumeria, dan UFO. Baginya cerita kakek lebih seru dibanding puteri raja, atau kuda poni. Walaupun tidak mengerti ia selalu diam mendengar cerita kakeknya.

"aku kangen kakek.." batinnya. Kemudian ia meraih lampu itu untuk diberi minyak. Mungkin dengan menyalakannya bisa mengobati sedikit rindunya akan kakek, atau menghilangkan penat tugas-tugasnya.

"Maaaa..., panggilin bi Inah doong." "Ndiin minta dibeliin minyak tanaah."

Terdengar sahutan ibunya. Sembari tersenyum kecil ia memutar bagian bawah lampu dengan hati-hati.

"Eh?.." Wadah itu kering, tidak ada sisa minyak didalamnya. Sebagai gantinya terdapat tiga buah batu licin berwarna abu-abu dengan guratan biru dan hijau. Pada tiap batu itu masing-masing terdapat pahatan simbol-simbol aneh namun tidak asing baginya.

"Voynich manuscript.. ternyata kakek telah menemukan gerbangnya." Gumam Andien.

---

'TOK, TOK, TOK..' Kamar Andien kembali diketuk ibunya.

"Ndiin, kamu tidur ya? Ini minyaknya udah dibeliin.." Namun tetap tidak ada jawaban. Ibunya kemudian tersadar bahwa sejak semula pintu itu tidak dikunci.

"Mama masuk ya..."

...

Ibu Andien tercekat. Punggungnya terasa dingin dengan buku tengkuk yang merinding. Perasaan yang sama yang ia rasakan beberapa tahun lalu saat membawakan sarapan pagi untuk mendiang ayahnya, kakek Andien. Yang hilang tak berbekas. Hal inilah yang mempersulit catatan kematian yang menyatakan kakek telah meninggal, membuat keluarga ini harus menguburkan peti kosong setelah lelah mencari seorang kakek berkursi roda yang hilang dari kamar berlantai dua selama berbulan-bulan.

Ia kemudian berteriak histeris sekuat tenaga saat melihat pola lingkaran aneh yang sama di lantai kayu kamar Andien. Kemudian jatuh pingsan.

-End-

Prompt berikutnya: Cinta Segitiga tongue
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Tue 17 Jul 2012 - 0:21

Quote :

Prompt : Cinta Segitiga
Judul : Bukan Dia
Rate : 21+ hueheheh...


Satria berteriak keras saat telah sampai di puncak gunung. Gemanya memantul-mantul, menyentuh gendang telinganya yang terasa sedikit beku karena udara dingin pegunungan. Guntur menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia sendiri sibuk membantu Gita untuk menanjaki bebatuan terakhir. Gadis itu sedikit kesulitan untuk mengangkat tubuhnya. Dia sudah terlalu lelah saat tiba di puncak gunung.

"Gila tuh anak," gumam Guntur, mengomentari konten seruan Satria yang bermakna kasar.

Gita tersenyum setengah hati. Dia terlalu sibuk untuk mengatur nafasnya sendiri yang sudah kembang-kempis. Ini kali pertama dia mendaki gunung. Walaupun dia biasa lari pagi setiap hari selama setengah jam, ternyata tetap tidak mampu menyamai keletihan mendaki gunung. Bahkan gunung yang terbilang landai ini.

"Lo gak pa-pa?" sahut Guntur, merasa sedikit cemas. Gita hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Mesra amat sih kalian bedua," tegur Satria, yang anehnya sedikit sinis.

"Lo harusnya juga bantuin si Gita, nih...," sungut Guntur.

"Lah kan ada elo, ngapain gue repot-repot..." Satria tetap tidak memedulikan Gita dan memilih untuk mulai mencari titik lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda.

"Waaah, akhirnya kita sampai juga," sahut seorang gadis sebaya dengan mereka bertiga, baru saja berhasil menaiki undakan ke puncak. Di belakangnya, seorang gadis lain dan seorang laki-laki, mengikutinya. "Sat! kok lo ninggalin gue gitu aja, sih?!" bentak gadis bernama Lusi itu.

"Lah elo nya juga tenaga kuli, gak usah dibantu juga gak kenapa-napa, kan?"

"Eh, kita itu sengaja ngambil tim sepasang-sepasang, biar yg cowo bisa bantuin ceweknya satu-satu. Gak guna banget sih lo!" sungut Lusi. Satria hanya tergelak dan mencibir ke arahnya.

"Hm... Siapa yg mesra sekarang...," goda Gita. Wajah Satria kontan memerah.

"Sialan lo, git!" bentaknya, lalu membuang muka. Dia langsung menyiapkan peralatan tendanya. Mereka berlima hanya bisa mengangkat alis melihat sikap Satria. Akhir-akhir ini memang sikapnya sedikit berubah. Emosinya seakan naik-turun dan tidak ada yg bisa menebak suasana hatinya yg berubah bagaikan cuaca di Indonesia sekarang ini. Berfluktuasi sangat tinggi.

Mereka melanjutkan pendirian tenda dgn perasaan yg sedikit tidak enak akibat sikap Satria yg sekarang sama sekali mengabaikan mereka dan bekerja sendirian. Dia hanya menggumam saat Gita menawarkan bantuan, membuat gadis itu salah tingkah. Guntur mengernyit menyaksikan semuanya.

Saat mereka sedang memutuskan untuk membagi tugas mencari kayu-kayu kering utk api unggun dan mengambil air ke sumber air terdekat, Guntur mendekati Satria, yg masih berusaha mendirikan tenda sendirian. Dia menepuk pundak Satria, membuat pemuda itu tersentak.

"Kenapa sih lo akhir-akhir ini?"

"Emang napa?"

"Kayak bom waktu tau, gak? Dikit-dikit meledak, dikit-dikit meledak."

Satria hanya mengedikkan bahu menanggapi pernyataan Guntur. Dia membuang muka dan mulai mengalihkan perhatiannya ke tenda lagi. Guntur menarik bahunya kali ini, menyadari wajah Satria memerah di luar kendalinya. Guntur mengangkat alisnya.

"Lo suka Gita, ya?" tebaknya. Wajah Satria semakin memerah. "Gue sama Gita gak ada apa-apa, lagi...," senyum Guntur penuh pengertian.

"Lo itu terlalu deket sama Gita. Males gue."

"Lah, yg namanya temen. Lagian, gue suruh bantuain dia, malah lo ngelengos. Ya, bukan salah gue, dong... Makanya pedekate yg bener..."

"Siapa yg bilang gue suka sama Gita, sih???"

"Oh, trus kenapa lo jadi sensitif bgt akhir-akhir ini..."

"Gue.."

"Hmm..."

"Gue sukanya sama lo."

"..."



next prompt : lukisan
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Wed 18 Jul 2012 - 21:00

Prompt : Lukisan
Judul : Wanita di Taman Bunga
Rate : ... K... kali --"

Spoiler:
 

Agak susah juga sih kalau potongan novel yang dipakai --'

next prompt: Bahasa Bunga geli
Kalau mentok, Rui ada masukin 5 bahasa bunga di dalam sini, yang camelia itu tiga warna/makna jadi satu

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 19 Jul 2012 - 15:09

Buat tanteku de_wind: Aku suka... twist endingnya 'cantik' Very Happy

Rui: Aku kurang ngerti... bingung.. maap
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Thu 19 Jul 2012 - 18:35

Haha.
Dibuatnya mood nggak mood sih Razz

Bahasa bunga tuh misalnya;
Bunga mawar merah melambangkan cinta, lalu bunga edelweis melambangkan kekuatan, bunga lotus melambangkan seseorang yang jauh dari sosok yang ia cintai. Kurang lebih kayak gitu Smile

Intinya mah isi promptku itu, cerpen mengenai kisah yang bisa dilambangkan dengan bunga

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Mon 23 Jul 2012 - 2:26


Quote :

Prompt : Bahasa Bunga
Judul : Kesetiaan
Rate : 17+ (??? mungkin Razz)


Aku diam di tepi sungai. Hanya menatap riaknya yg perlahan dan tenang. Sesekali seekor ikan muncul ke permukaan memercik airnya dan membuat riakan gelombang yg melebar kemudian perlahan pupus. Kalaupun ada yg memecah ketenangan ini mungkin dia hanyalah beberapa anak kecil yg berteriak2 smbil berlarian. Mereka akan membuka baju dan melompat ke dalam sungai dangkal itu. Anak yg ceroboh mungkin terpeleset dan ditertawakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Hari yg biasa, tiada yg benar-benar spesial. Aku tetap hanya bisa duduk termangu di tepi sungai, menunggu pemandangan apapun yg bisa menarik hatiku.

"Sungai ini indah ya?"

Gemerisik rumput menandakan ada sepasang kaki yg menyentuh dan menyingkap helainya. Bukan, dua pasang. Dua pasang kaki yg berbeda. Sepasang lebih langsing dan lainnya lebih besar dan kasar.

"Ah, tapi beda ya sama cerita2 bergambar dari Luar Negeri. Klo ada sungai pasti bnyk bunga2 gtu..."

"Haha... itu kan cerita bwt anak2... biar anak2 suka sama gambarnya, kan?"

"Iya, sih..."

Mereka terus saja mengobrol tanpa memedulikan kehadiranku. Aku sendiri tetap diam untuk menikmati obrolan mereka. Semakin lama, semakin menarik. Semakin menggugah perasaanku. Andaikan aku juga ditakdirkan untuk pasanganku sendiri.

"Ini hari terakhir kita bisa jalan bareng..."

Aku tertegun. Sejenak gadis itu juga tertegun mendengar prianya berkata seperti itu. Namun, dia menggantinya dengan senyum pahit. Dia menatap prianya sejenak, dan mengangguk.

Angin semilir bertiup menyejukkan hati, namun kekosongan tampak mengisi ruang di antara mereka. Mereka bertatapan, berdekatan, namun pandangan mereka tampak menghuni dunia antah-berantah. Hatiku trenyuh melihatnya. Sang pria pergi membalikkan tubuhnya, tanpa pernah menoleh lagi. Tanpa pernah menyadari bahwa sang gadis telah mengucurkan air mata untuknya. Jika saja aku memiliki tangan, pastilah sudah kupeluk gadis itu dan kubelai kepalanya dan membisikkan harapan-harapan akan kehidupan mendatang.

Namun, aku hanya terdiam. Gadis itu mematung, memandangi sungai. Hari berganti hari, begitu pula dengan bulan dan tahun. Entah berapa kali matahari dan bulan berganti peraduan. Gadis itu masih di sana. Bayangannya yg menjulang tinggi perlahan menciut riut. Aku pun bertanya padanya.

"Mengapa kamu gak pulang?"

"Aku mau menunggunya di sini dgn setia..."

Kelopaknya yg seringan bulu dan seputih kapas berterbangan tertiup angin. Daunnya bergerak gemulai. Teman dandelionku yg pertama.


susah ruiii........prompt ny... Nangis
mesti ngubek2 gugel dlu dah bwt nyari arti bunga... Nangis



NEXT PROMPT : Wisuda

Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   Mon 23 Jul 2012 - 3:23

Quote :

Prompt: Wisuda
Judul: Bab 2
Rate: Aman


“Kapan giliran kamu wisuda?” Pertanyaan ini selalu ku jawab dengan senyum lebar penuh teka-teki, namun lebih tepat disebut sebagai upaya menenangkan diri sendiri.
***
Dan aku kembali berada di depan mesin ketik dengan kertas putih, dan tulisan ‘BAB 2’ dibagian atasnya. Aku menoleh keatas melihat langit-langit kamar yang mencetak noda-noda rembesan air hujan, sembari meregangkan leherku yang telah kaku. Menatap nanar menunggu mukjizat, ilham atau apapun, dengan pikiran berkecamuk.

“Ohhh, Sampai kapan aku akan terus berada dalam lubang nista ini?” Seluruh teman satu angkatanku sudah bekerja, dan menikah. Bahkan para aktivis dan mereka yang dulu sering mabal kuliah pun sekarang sudah menjadi sesuatu. Entah pemain band, aktivis politik, atau membuat usaha sendiri.

Aku kembali menyeruput kopiku yang ternyata tinggal ampas, kemudian melongok kotak rokokku yang kosong, kecewa dan kemudian melemparnya ke sudut kamar. Sinar mentari pagi yang menyusupi tirai menandakan bahwa sudah saatnya aku untuk kembali tidur.
***
Matahari begitu menyengat siang ini. Hari ini adalah hari wisuda kampusku. Begitu banyak manusia disana. Ya, bagiku yang hanya berkawan dengan segelas kopi dan monitor, sudah berbulan-bulan aku tidak melihat pemandangan seperti ini. Ada orang tua murid, ada tukang jualan, dan tentu saja kami para wisudawan. Dan senyumku mengembang meilhat para junior-juniorku yang masih mahasiswa menyambut kami.

Seorang satpam berdiri menghadangku.

Tongkat jalanku dirampas dari belakang, oleh satpam kedua.

Detik berikutnya teriakanku mengheningkan keramaian itu, satpam-satpam ini menggelandangku ke dalam pos mereka. Aku tahu, mereka akan membawaku kembali kesana... ke asramaku, asrama yang pengurusnya berpakaian putih semua dan akulah satu-satunya mahasiswa disana. Kembali ke kamarku, menghadapi skripsiku yang berpuluh-puluh tahun tidak selesai.

Next prompt: Infeksi

joget
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Cerita Berantai (Games)   

Kembali Ke Atas Go down
 
Cerita Berantai (Games)
Kembali Ke Atas 
Halaman 3 dari 4Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Lost Saga , Reborn From Getamped !
» Pengen bagi2 cerita ttg safety riding
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"
» kenalan dunk.. siapa nama ninjanya ?? #cerita ringan aja gan..
» Cerita Rem Blong...!!! ( Di imaginasikan dari kisah asli )

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: