SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Perjalanan Sera

Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Perjalanan Sera   Fri 6 Jul 2012 - 23:18

Malam ini bulan meringkuk berselimutkan awan. Udara dingin akhir-akhir ini membuat siapa pun tidak betah berlama-lama di luar. Tidak siapa pun, terkecuali seorang gadis remaja, berambut cokelat kemerahan, pipinya berbintik kemerah-merahan dan memakai mantel merah gelap yang telah usang. Bukan, dia bukan gadis bertudung merah, jaket tebalnya tidak bertudung. Ia memakai topi rajutan untuk menghalanginya dari kedinginan yang teramat menusuk. Angin malam bertiup kencang menerbangkan benda-benda kecil di jalanan. Topi rajutan Sera hampir melayang berputar-putar di udara, kalau saja Sera tidak memiliki refleks yang cepat menahannya. Udara yang sangat dingin kali ini membuat siapa pun lebih memilih berada dalam rumah berperapian. Menikmati hangatnya cokelat panas atau meringkuk dalam selimut tebal di atas ranjang yang empuk. Anehnya Sera tidak terlalu merasakan dingin. Seakan-akan kulitnya di tumbuhi bulu tebal bagaikan beruang kutub. Sera mempercepat langkahnya ketika ia berada di jalan lapang yang di sekelilingnya tidak terdapat rumah penduduk atau pepohonan tinggi. Hatinya yang terbuat dari baja itu seketika dapat bergetar ketakutan juga. Untuk saat ini, ia merasa benar-benar seorang diri. Tidak memiliki teman seperjalanan. Ia tadahkan kepalanya ke atas, hanya gelap yang terlihat. Sepertinya seluruh jagad alam ini bersengkongkol untuk tidak mau berteman dengannya. Hanya gelap dan kesunyian yang setia mengikuti perjalanan hidupnya kali ini.

Memasuki sebuah kawasan lingkungan pemukiman yang baru, mendadak hati Sera lega. Langkah kakinya pun mulai melambat. Kini, ia tidak berjalan sendirian lagi. Keadaannya sungguh berkebalikan, sangat ramai. Di kanan kiri jalan banyak terdapat penjual yang menjajakan berbagai macam keperluan. Seperti baju daster murahan, berbagai alat-alat kebutuhan memasak, mainan anak-anak, celana dalam dan BH pun tidak ketinggalan berpartisipasi meramaikan stand-stand itu. Sera baru paham kalau di tempat ini sedang ada pasar malam. Bermacam-macam orang ia temui disana. Perhatiannya tertuju pada bapak yang berpandangan kosong, sekilas matanya tertuju pada dompet kumalnya yang hanya berisi lembaran uang kertas biru kehijauan. Beberapa menit yang lalu, berulang-ulang si bapak menghitungnya, berharap pada kali ini ada suatu keajaiban sehingga perhitungan yang berulang kali di lakukannya salah. Namun sayangnya keajaiban itu tak jua terjadi. Sebelah tangannya mengandeng tangan kiri anak lelakinya yang berusia jauh lebih muda dari Sera.

Anak lelaki itu merengek minta di belikan mainan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu. Matanya sembab telah basah di genangi air mata, hidungnya sesekali menarik ingus yang keluar berhamburan turun sebagian hampir menyentuh bibirnya. Mulutnya tak henti-hentinya terbuka lebar sambil meraung-raung marah. Ia berontak kesal pada bapak yang menggandeng penuh kasih itu. Kenapa keinginannya kali ini tidak dapat di turuti juga. Si bapak tidak henti menenangkan anak kecilnya itu. Dari pancaran matanya dapat terbaca kalau sebenarnya ia ingin sekali dapat membahagiakan anak sematanya tapi apa daya, untuk makan saja ia mesti berhutang. Mana mungkin si penjual pasar malam ini mau berbaik hati memberinya kelonggaran membayar. Sera hanya menatap miris melihat di belakangnya persis ada anak kecil yang berumur tak jauh beda dari anak kecil yang menangis itu. Namun jelas berbeda, ia bertubuh dua kali lebih besar, kedua tangannya penuh dengan berplastik-plastik mainan sepertinya semua jenis mainan telah di borong olehnya, mulutnya penuh dengan makanan. Di sampingnya seorang wanita berumur yang terlihat dua kali lebih tua dari usia sebenarnya. Bertumbuh besar yang tangan kiri kanannya juga penuh berisi belanjaan. Sudah hampir tidak dapat memegang lagi, tapi matanya masih memandang antusias pada dagangan lainnya.

Sera mempercepat langkahnya. Melihat Sera berjalan disamping anak lelaki kecil itu, mendadak tangisannya akan mobil mainan mereda. Ia tidak menangis lagi melainkan hanya memandang Sera lama. Sera bingung di buatnya, Sera pun melemparkan senyum paling manisnya kearah anak kecil itu. ”Mama!”, teriaknya lantang. Bergegas ia menghambur memeluk Sera. Memeluk kaki Sera, lebih tepatnya, karena tingginya hanya selutut Sera. Sera tertegun, ia tidak tahu harus berbuat apa, begitu pula dengan si bapak. Hanya memandang Sera getir dan tersenyum rikuh. Dengan berat hati dan merasa sangat tidak enak terhadap Sera, bapak itu menarik anaknya sekencang mungkin. Anak itu meronta hebat, mama...mama teriaknya kencang lagi, beberapa orang memperhatikan mereka. Seperti mereka sedang melakonkan drama. Beberapa orang lainnya tidak peduli. Mereka terlalu bernafsu memburu barang yang layak untuk di beli. Sera terus memperhatikan bapak dan anak kecil itu yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.

Terlihat begitu dalamnya keinginan anak itu untuk bersama mamanya. Entah berada di mana mamanya kini. Yang jelas bukan Sera, Sera hanya seorang perawan yang baru berusia belasan. Mungkin senyumannya mengingatkan anak kecil itu pada sosok mamanya. Sosok orang yang sangat di cintainya. Sosok yang sangat di inginkannya, melebihi mainan atau apapun. Masih terngiang jelas jeritan penuh kerinduan yang terlontar dari bibir mungil anak kecil itu. Sorot mata dan ekspresi wajah yang menyimpan hasrat cinta yang tulus. Cinta seorang anak kepada ibundanya. Masih teringat juga deruan nafas yang begitu menggemuruh dalam dekapannya yang menyiratkan betapa sayang, cinta, kerinduan yang mendalam, dan kebahagiaan. Namun ketika tangan sang ayah menariknya kasar menjauhkannya dari sosok mama, membuat anak kecil itu meraung perih, menghempaskan harapan terindahnya. Hal itu yang sangat menyesakkan hati Sera. Sera menangis dalam diam. Hatinya yang selama ini terkenal kekerasannya itu meluber. Sejenak ia tidak ingin lagi melangkahkan kaki pergi. Sudah seminggu ini ia melakukan perjalanan panjang. Ia merasa capek, bukan soal fisiknya. Ia seorang gadis yang kuat serta memiliki hati baja meskipun harus membungkus jiwa yang lemah nan rapuh.

Dalam pertama kalinya Sera menoleh ke belakang, seakan-akan matanya memiliki kemampuan penglihatan super. Dapat melihat jauh beribu-ribu mil ke belakang. Ingin rasanya ia kembali berlari secepat mungkin untuk kembali. Sama seperti anak kecil yang mendekapnya tadi. Hatinya hampir sepenuhnya menjadi air. Namun tak lama berubah menjadi baja lagi. Perjalanannya sudah memasuki hari ketujuh sudah terlambat untuk kembali. Bukankah dulu ia telah bertekad tidak akan berbalik ke belakang. Egonya kembali menggunung, keputusannya sudah tepat. Ia tidak terima diperlakukan tanpa cinta. Perjalanannya ini bertujuan mencari cinta. Cinta yang dapat sepenuhnya ia rasakan. Cinta yang mendamaikan hatinya, tidak menginjak harga diri maupun egonya. Sera menegakkan badannya. Semangat membakar seluruh jiwa ringkihnya. Ia terus melangkahkan kaki entah kemana yang penting tidak untuk kembali.

Kali ini kakinya membawanya sampai pada pusat perbelanjaan termegah di kota yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sudah tiga tahun ia berjalan menuju tempat ini. Sebelumnya Sera hanya dapat melihat air mata dan kepedihan. Hatinya semakin mengeras namun jiwanya tetap sama. Ternyata kehidupan keras tidak membuat jiwa Sera sekuat hatinya. Kerasnya hati Sera yang membuatnya selama ini bertahan untuk tidak kembali. Kerasnya hati pula yang memaksa Sera terus berjalan. Tidak peduli kakinya kasar, kapalan, berdarah, tertatih-tatih, bengkak. Sera terus berjalan. Namun lemahnya jiwa yang membuat Sera sering terombang-ambing antara harga diri atau kebutuhan. Di sekelilingnya saat ini berdiri outlet, yang di setiap barang yang dijual di tempeli banderol harga selangit. Sebenarnya sedari kecil ia pernah juga ke tempat seperti ini. Ia dulu juga sederajat dengan makhluk-makhluk yang hilir mudik keluar dari satu tempat ke tempat lain mengantongi barang belanjaan. Kecintaan mereka sangat dangkal. Cinta dan haus akan merk. Seolah-olah bila tidak dapat menggantongi merk, dunia mendadak kiamat. Lagi-lagi Sera mendadak muak. Tapi apa daya, selama tujuh tahun hidupnya di habiskan hanya berkeliling-keliling tempat tersebut.

Selama itu, perjalanan Sera di temani oleh berbagai macam pria, ada yang setiap saat mengikutinya dengan penuh was-was yang membuat Sera merasa di teror. Sera kapok dan segera memutuskan untuk tidak sudi beriringan dengannya. Ada lagi yang selama perjalanan selalu bersembunyi dalam ketiak Sera. Sera gerah dan risih di buatnya. Jelas tidak ada cinta untuknya. Sampai perjalanan itu sesaat terhenti. Sera merasa seluruh kedamaian menyelimutinya. Melupakannya pada dinginnya malam bertahun-tahun yang lalu, melupakannya pada kepedihan di pasar malam yang dekil dan kumal, melupakannya pada kekerasan hati dan kerapuhan jiwanya, melupakannya pada rasa sakit mendendamnya. Sera merasa dirinya berubah menjadi sosok yang baru. Sosok yang jauh berkali-kali lipat lebih cantik mempesona bagaikan upik abu yang dalam sekejap hap berubah menjadi cinderlela. Cinderlela yang disihir oleh pangeran tampan nan rupawan. Dialah cinta yang ia cari, bersama pangeran itu Sera menjelajahi dunia baru. Dunia yang penuh warna.

Sayang seribu sayang sang pangeran tersihir oleh penyihir jahat yang menampakan wujud bidadari. Sera kembali seorang diri. Cinta yang ditemukan Sera hanya bersifat sementara, hanya hitungan bulan. Tidak sebanding dengan perjuangan Sera selama bertahun-tahun mencarinya. Hati baja Sera perlahan-lahan retak. Semakin lama semakin dalam dan banyak. Sera menangis karenanya, haruskah ia menempuh perjalanan lagi, lantas sampai kapan, sampai sejauh mana, akankah kakinya masih mampu melangkah, haruskah dia kembali, masih sanggupkah dia menanggung semua ini sendiri, apakah ia masih diterima bila ia kembali nanti, apakah ia masih sanggup berjalan untuk kembali. Rasanya saat ini seluruh tubuh Sera remuk, bukan hanya hati bajanya, jiwa rapuhnya pun semakin merapuh. Sera tidak sanggup lagi. Di antara ketidakberdayaan diri dan ketidakmampuan asa, Sera terjelembab jatuh. Dalam sangat dalam. Seketika sekeliling Sera gelap. Lama. Sampai ada dorongan kekuatan yang memaksa Sera bangun, keluar dari dalamnya lubang. Dengan tertatih-tatih Sera merangkak keluar. seperti ada yang menarik tangannya lembut, penuh kasih. Kasih yang tulus. Sera memicing-micingkan matanya di tengah kegelapan itu Sera melihat setitik cahaya terang nun jauh di depannya.

Sera mendekati cahaya yang semakin lama semakin besar itu. Alangkah tercekatnya Sera. Mendadak tenggorokannya kering. Ia tidak percaya dengan pemandangan yang terhampar di hadapannya. Di depannya berdiri dengan kokohnya bangunan tua yang di tempatinya semenjak ia bayi. Tempat yang selama ini ia jauhi. Tempat yang tidak ingin ia kembali. Bukankah selama ini ia terus melangkah ke depan. Tapi kenapa di depannya terdampar tempat yang selama ini ia pergi darinya. Sera tidak mengerti. Melihat bangunan itu saja, mendadak seluruh tubuh Sera jungkir balik, teringat berbagai pertengkarannya dengan mama. Sera sebenarnya tidak menginginkan itu. Jauh di dalam hati bajanya juga tersimpan kecintaan mendalamnya pada mama. Tapi mengapa selama ini mama seakan tidak dapat mengerti apa yang dia inginkan. Kenapa setiap hari ia tersudutkan dengan berbagai komentar yang menjatuhkannya. Seakan-akan ia bukan orang yang pantas menjadi anak mama. Ia hanya seorang anak yang memiliki hati baja, bukan berlian. Sampai pada suatu hari di mana mama mengeluarkan komentar yang menebalkan baja pada hati Sera. Sera memutuskan untuk melakukan perjalanan bertahun-tahun dan tidak akan pernah kembali.

Di hadapannya kini berdiri Mama. Wajah mama masih sama seperti dulu, walau keriput tercetak di beberapa sudut wajah mama. Sera tidak tahan lagi, ia berlari menghambur ke pelukan mama. Sama persis seperti anak kecil yang di temuinya di pasar malam.
"maafkan aku ma", isak Sera.
"mama selalu menyayangimu selamanya Sera, mama selalu ada untuk kamu". Sera memeluk hangat tubuh mama. Hal yang sedari dulu ingin ia rasakan. Sedari kecil. Ia lupa rasa kehangatan pelukan mama. Mama jarang berada di rumah. Dan setiap di rumah ia malah beradu debat. Keduanya baru sadar bahwa keduanya memiliki hati yang sama. Hati baja. Namun keduanya menginginkan hati berlian. Sera menuntut Mama memiliki hati berlian, begitu pun Mama. Dalam pelukan itu, Sera merasakan cinta yang selama ini ia cari. Begitu hangat, begitu nyata dan begitu tulus.

Sera baru menyadari kalau selama ini Mama tidak berada jauh dari Sera. Bahkan ketika Sera pergi berlari menjauh darinya. Mama selalu menemaninya, membawa-bawa serta rumah. Pantas saja, ketika udara yang sangat dingin menyelimuti perjalanannya, Sera malah merasa seakan-akan kulitnya di tumbuhi bulu lebat. Begitu pun ketika ketakutan Sera muncul, sejenak Sera tidak merasakannya lagi. Mama selalu berdoa untuknya. Begitu pula saat ini. Sera membuka matanya, setelah koma sekian bulan lamanya. Nyawanya hampir melayang membumbung tinggi. Ia terselamatkan dari keputusasaan pada dunia. Saat ini ia berada di ruang perawatan rumah sakit, setelah sebulan ia di pindahkan dari ICU. Ketika matanya terbuka, Mama berdiri di sebelahnya.

Tanpa banyak berkata, kedua hati mereka kini telah mencair. Perjalanan Sera untuk menemukan cinta tulus telah terhenti di sini. Tapi tidak dengan hidupnya, hidup barunya baru akan mulai berjalan kembali. Mungkin masih berada di dekat mama, atau berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Tapi yang jelas hati mereka kini tidak akan terpisahkan. Kedua hati mereka telah terkristal membentuk sebongkah berlian yang luar biasa cantik.
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Sat 7 Jul 2012 - 20:46

maknanya dalam ya ryn..
ke mana aja?
cuma di tengah agak ribet,
jadi rada bingung sih..
cuma dapat pencerahan dikit di 2 paragraf terakhir.
hehehe

semangat terus..
jangan ilang2 dong..
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Sun 8 Jul 2012 - 17:31

haru pengen bikin cerita model lain kok buntu ya
Jadinya cerpen-cerpenku monoton
Di tambah lagi perbendaraan diksiku miskin banget murka
Serasa g selevel sama yg lain
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Mon 9 Jul 2012 - 11:11

ga ah,
semua di sini keren2 banget loh karyanya..
auryn juga, keren....
aku iri~


tapi yuk ah kita semangat ryn,
semangat~
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 10 Jul 2012 - 21:12

Sagi bisa aj

Ok semangat pukau
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Wed 11 Jul 2012 - 9:07

sdikit opini nih auryn (asli hmpir aja manggil sera, ternyata karakter tokohny kuat ya Very Happy)
klo mnrtku tema ny yg kurang mngerucut, terlalu luas jdny ya itu, kt sagi dtengahny rada rumit...
klo temany adalah perjalanan sera yg tnpa mama mgkn hrus dtekankan lg ya pengalaman2 sera yg justru mmbuatny makin terikat dgn kenanganny sm mama ny...dtambah lg deskripsi emosiny jg kykny kurang tajem...

mnrtku lho...

ayooo, smngat... #ikutan
Kembali Ke Atas Go down
Domba
Penulis Berbakat
Penulis Berbakat
avatar

Jumlah posting : 397
Points : 414
Reputation : 3
Join date : 31.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Wed 11 Jul 2012 - 14:18

Nangis Nangis WUAHHHHHAAAA.....WUAHHHA...... Auryn. . . untuk cerpenmu ini... best of the best... dari semuanya.... swear... Auryn kalau novel kamu terbit. . .atau kumpulan cerpenmu.. bakal Aksara beli deh. . .

Cerita kali ini lebih dalam dari Bidadari biru.... Memiliki makna yang begitu dalam tentang kekerasan hati, ketidak percayaan, cinta, kasih sayang dan pengorbanan seorang Ibu....

Seolah olah Auryn menaiki sebuah panggung penulisan dan berkembang menjadi begitu indah dan lebih baik...

Makna2 hati mulai muncul dan memberikan arti dan bersinar untuk pembaca...

Argghhh Auryn.... Aksara yakin.. kamu akan menjadi penulis yang sangat bagus....

Nangis Nangis

Nangis lagi deh... karena Auryn. . .

btw.... foto cantik Auryn mana shy I miss your pretty Face....


Di tunggu cerpen berikutnya yah.. saat itu Aksara yakin.. pasti sangat bagus dah. . .

Auryn sayang... Aksara ngomongnya jujur dari hati loh... tentang kritik dan pandangan yang lain.. jangan menyerah sayang.. setiap orang punya cara pandang masing2, setiap penulis punya cara penulisan masing2. . . dan setiap penulis punya penggemar masing2... tetaplah berkarya... kamu akan matang dengan caramu sendiri... saat itu dunia akan mengakuimu sayang...

Cerpen Auryn kali ini bahkan sudah melebihi penulis biasanya. . . Aksara yakin dengan sedikit editan oleh editor maka karya Auryn akan bersinar indah...

I miss you Auryn.. and your story haru


Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Fri 13 Jul 2012 - 2:26

Quote :

Auryn sayang... Aksara ngomongnya jujur dari hati loh... tentang kritik dan pandangan yang lain.. jangan menyerah sayang..

knp kritik bikin menyerah??? ya gak laaaah kritik itu pnting bwt pngembangan diri
klo gak bisa dkritik malah makin susah nerbitin karya ke masyarakat luas kan??? Muke Cape

knp auryn gak ada fotonya??? dia itu takut gara2 kamu tauuuu.... ngakak
Kembali Ke Atas Go down
Domba
Penulis Berbakat
Penulis Berbakat
avatar

Jumlah posting : 397
Points : 414
Reputation : 3
Join date : 31.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Fri 13 Jul 2012 - 7:47

marah masa sih gara-gara aku . . murka

. . . .
....
. . . .
....
. . . .

Beneran yah karena aku... Nangis
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Fri 13 Jul 2012 - 11:21

siapa lagi?
susah ya ryn jadi cewek cantik?
#nebeng narsis
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Fri 13 Jul 2012 - 20:50

Dah kak aksara kumat lagi dah lebay nya
Lagi bosen aja ama foto itu
Pan kapan aja ganti profil pic lg
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Fri 13 Jul 2012 - 20:56

Hiyaa takut kok sama kak aksara
tidur
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Sun 19 Aug 2012 - 21:39

Simbolisasi2 dalam cerita ini aku sukaa Aha really nice touch

Ternyata kamu emang demen bikin gaya cerita macem gini... pantes, keherananku terjawab. Keheranan akan sebuah paragraf yang memuat cerita beruang hibernasi dalam 'Angel to Fly' itu.
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Mon 20 Aug 2012 - 9:11

Makasih mondo
Tapi banyak yang bingung tu bagian tengah ceritanya
Terlalu ribet dan muter-muter ya
Makanya di angel to fly jarang ada simbolisasinya cuma satu paragraf itu
Kembali Ke Atas Go down
likesweet
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 42
Points : 65
Reputation : 1
Join date : 04.07.12
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Mon 20 Aug 2012 - 23:55

jadi intinya Sera lagi mimpi ....
ceritanya menarik klo udah dibaca sampai habis
mungkin lebih menarik lagi klo diceritain sebenarnya mereka bertengkar kenapa.
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 4:52

Bukan ester bukan mimpi Nangis
Perjalanan = kehidupan
Kembali Ke Atas Go down
likesweet
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 42
Points : 65
Reputation : 1
Join date : 04.07.12
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 21:28

oh gitu... simbolik2 gitu ya...
oalaah... habis dia selama perjalanan entah gimana balik lagi ke rumahnya, trus tiba2 ada di rumah sakit. kirain mimpi...
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:04

@ likesweet: kamu itu adalah Esterantonia ? Shocked prof picnya sama...
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
likesweet
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 42
Points : 65
Reputation : 1
Join date : 04.07.12
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:23

iyaw... saama..
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:25

iya dia esterantonia ganti ID~
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:27

Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:33

sumpah itu emot lucu bgt, ndo Laughing
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:34

Emang...
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 22:58

karena rumahnya sera adalah mamanya
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   Tue 21 Aug 2012 - 23:01

mauuu emot nya
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Perjalanan Sera   

Kembali Ke Atas Go down
 
Perjalanan Sera
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» TOUR GUCI 16-18 OCT 2009
» Tips Berkendara Saat Malam Hari
» TOURING SELURUH SEMENANJUNG MALAYSIA
» Touring Kuliner I - Duren Jatohan Haji Arif (Picts. on Page 9)
» DOKUMENTASI PERJALANAN KOMUNITAS N250RC

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: