SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Bunga Hujan

Go down 
PengirimMessage
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Bunga Hujan   Fri 27 Jul 2012 - 21:04

Gadis itu menarik tangannya pelan, mengajaknya keluar dari tempat teduh untuk menari dibawah tetesan air hujan yang begitu deras. Untuk sesaat dirinya bergeming dalam genggaman tangan sang gadis. Terdiam dan menimbang-nimbang, seakan setiap tetes hujan itu adalah seluruh masalah yang ada dalam hidupnya dan gadis itu sedang berusaha untuk menarik dirinya keluar dari tempat berlindung.

Ia menggigit bibir bawahnya dan menggeleng pelan, menahan tangan sang gadis dan mencoba menariknya kembali kedalam tempat teduh. Gadis itu adalah orang yang berharga. Ia tidak ingin gadis itu berdiri dibawah derasnya air hujan sendirian. Sang gadis tersenyum lembut, dan dengan begitu mudahnya, ia melepaskan genggamannya dari tangan lelaki itu untuk tetesan-tetesan hujan yang menghempas ke bumi.

Ia menatap gadisnya dari balik bayangan, memperhatikan bagaimana dirinya tersenyum dan menari diantara hujan, mencoba untuk mengerti arti dari senyum yang tidak pernah meninggalkan bibirnya. Ia mengatupkan rahangnya kuat-kuat, menelan kembali kata-kata yang sudah bertengger di ujung lidahnya. Ia menghargai gadis itu. Apapun. Asalkan sang gadis tersenyum.

Namun gadis itu kembali mengalihkan pandangannya pada dirinya. Kembali lagi mencoba untuk menariknya keluar dari bayangan untuk menari bersama dibawah hujan. Kembali lagi lelaki itu tersenyum lemah dan menggeleng pelan seraya gadis itu pelan-pelan kehilangan senyum yang sedari tadi tersungging di bibirnya.

Sang gadis mengedikkan kedua bahunya dan menapakkan kakinya kedalam naungan bayangan tersebut. Lelaki itu tersenyum, setidaknya ia bisa menggenggam tangan sang gadis sambil tersenyum menatap butiran-butiran hujan yang membawa hawa dingin menusuk tulang. Dengan lembut ia menggenggam tangan gadis itu dan menyeka butiran-butiran air yang masih terus bergulir turun dari wajahnya. Dingin. Ia membenci dingin.

Gadis itu tersenyum lemah, menatap lelaki itu dalam-dalam seraya ia mencoba untuk menghapus sisa-sisa air hujan yang membasahi wajah sang gadis. Ia mencintai sang lelaki dengan sungguh-sungguh. Sangat mencintainya sampai tangannya bergetar ketika lelaki itu menggenggamnya. Sangat mencintainya sampai suaranya tercekat ketika lelaki itu membisikkan setiap kata yang ada agar sang gadis bisa melihat dunia kecilnya yang indah.

Ia begitu mencintai lelaki itu sampai hati kecilnya berharap untuk bisa pergi ke dunia dimana ia bisa menatap langit dan menggenggam tangan lelaki itu sementara rumput-rumput kecil bernyanyi dibawah kaki mereka. Itu bukanlah hal yang buruk. Sama sekali bukan hal yang buruk.

Lelaki itu mencintai sang gadis dengan seluruh akal sehatnya. Ia ingin mengajak gadis itu melihat dunia, membawanya menjelajahi tebing-tebing tajam dan air terjun yang merefleksikan pelangi. Ia ingin gadis itu bisa melihat keindahan yang ia temukan dalam halaman-halaman lusuh buku tua miliknya.

Ia ingin memperdengarkan nyanyian ombak dan menjejerkan ikan-ikan dengan sisik perak yang berkerumun di kedalaman laut lewat buku yang begitu ia cintai. Ia ingin memberi gadis itu apapun yang ia inginkan. Apapun. Bahkan ketika yang gadis itu inginkan adalah salju di bulan April.

Tentu saja gadis itu tidak pernah meminta apapun. Ia tidak menginginkan apapun asalkan mereka bisa saling bergandengan seperti ini untuk selamanya. Ini bukanlah hal yang muluk bukan?

*****

“Apa kau menyukai bunga?” Tanya gadis itu ceria dengan seringai lebar. Lelaki itu mengangguk pelan dan menggenggam tangan sang gadis lebih erat.

“Tentu saja,” jawab lelaki itu ringan dengan senyum tipis yang perlahan berubah menjadi seringai lebar ketika ia melihat apa yang jawaban singkatnya dapat lakukan kepada kekasihnya.

“Kau tahu, aku suka sekali bunga,” gumam sang kekasih dengan mata yang membulat. “Mereka kuat dan indah.”

Sang lelaki mengangkat sebelah alisnya, “Bukankah mereka begitu lemah?” Tanya lelaki itu sambil menatap wajah sang
gadis yang merona merah dibawah sinar matahari. “Bunga-bunga itu mudah sekali layu.”

Gadisnya tertawa, “Mereka sangat kuat.”

“Benarkah?”

Gadis itu mengangguk cepat, tangan kirinya yang bebas bergerak dengan lembut untuk menyelipkan beberapa helai rambutnya yang tertiup oleh angin keluar dari kepangannya yang erat.

“Bagaimana mungkin?” Tanya sang lelaki dengan bersemangat, kedua matanya terbuka lebar menatap kekasihnya yang duduk di sampingnya seakan haus akan pengetahuan yang tidak pernah ia ketahui.

“Kau akan tau,” jawab gadis itu diiringi tawa lembut yang menggelitik telinganya.
Ia bisa menunggu. Ia bisa melakukan apapun untuk gadisnya.

“Apa kau menyukai roda?” Tanya sang lelaki balik. Gadis itu terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan kekasihnya yang begitu tiba-tiba. Tetapi senyum lembut yang sudah sangat ia kenal kembali mengembang setelah beberapa detik, seakan menghapus keraguan yang sesaat sebelumnya menyeruak dari dalam diri gadis itu.

“Tentu saja. Dengan roda semua menjadi lebih mudah, bukan?” Jawab sang gadis lembut sambil menggenggam tangan lelaki itu. “Kurasa roda bukanlah sesuatu yang buruk.”

Sang lelaki tersenyum sangat lebar hingga wajahnya memerah. Ia tahu pertanyaannya barusan sangat memalukan, bahkan kedua telapak tangannya masih lembab oleh keringat, tetapi gadis itu tetap tersenyum tulus seakan ingin kembali mengingatkannya alasan mereka jatuh cinta.

Entahlah, sejak kecil dirinya memang berbeda. Ia melihat dunia dengan sepasang mata bulat yang tidak pernah berhenti melompat dari satu halaman ke halaman lain untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang ia miliki. Namun ada kalanya buku-buku tua milik ayahnya tidak bisa memberikan jawaban dari pertanyaannya dan saat itulah lelaki itu akan mulai mencari jawabannya sendiri dan menuliskan setiap detilnya kedalam buku kecil bersampul hijau yang selalu ia bawa bersamanya.

Ia mencintai setiap roda yang berputar, setiap bunyi yang terdengar dari dentuman dua bongkah besi yang saling membentur, juga setiap bunyi nyaring yang memekakkan telinganya. Ia begitu mencintai ilmu pengetahuan hingga kadang dirinya merasa bahwa ia tidak membutuhkan apapun selama buku-bukunya ada bersamanya.

Gadis itu sangat berbeda dengannya. Ia mencintai hujan dan matahari sama besarnya. Ia tersenyum pada setiap mahkluk hidup yang ditemuinya, termasuk lelaki itu yang hanya bisa membalas senyum lebarnya dengan seringai yang mungkin terlihat menyeramkan bagi orang di sekitarnya.

Tetapi gadis itu tetap menggenggam tangannya. Ia tetap berbicara padanya dan mengangguk dengan senyum lembut kapanpun lelaki itu bercerita panjang lebar tentang mimpi-mimpinya, walau terkadang lelaki itu tidak yakin kekasihnya bisa mengerti semua yang meluncur dari bibirnya.

Ia hanya ingin gadis itu ikut mencintai dunia kecilnya.


A/N: setelah 1 bulan ditinggal, saya nyatakan cerpen ini dihentikan pembuatannya ==" Tapi mau minta komentar tentang gaya bahasa karena udah lama nggak nulis. Boleh ya? Boleh ya? Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 28 Jul 2012 - 3:15

Aku bacanya sambil pake soundtrack: Club 8 - We Set Ourselves Free (album Spring Came Rain Fell) Aku kira sepanjang yang aku baca perasaannya mirip-mirip (bahkan ada suara air dan roda mobil Very Happy ).

Tambahan intermezzo: Salju di Bulan April itu cukup sering lho ada link yang jelasinnya link

Aku gak terlalu jago masalah gaya bahasa. Tapi perasaan melankolis sang lelaki cukup keluar. Hubungan asmara tipe lelaki hitam-putih dengan gadis penuh warna Very Happy. Narasinya juga enak Drey.

Oh.. iya gara-gara kamu nanya gaya bahasa aku jadi nemuin ini... Macam Gaya Bahasa
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 28 Jul 2012 - 10:57

oudeh ada hati- hati dengan penggunaan "di" sebagai kata tempat, harus dipisah..
Very Happy

hemm, alurnya lambat masih seputar perasaan antar dua tokoh.

konfliknya belum terasa, hehehehe

diskripsimu bagus lo...

wow




_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Fri 3 Aug 2012 - 19:42

@kak mondo: eeeh aku cari kok gak ada yang free downloadnya Club 8 iri
jadi penasaran gimana lagunya xD padahal bikinnya sambil dengerin It's Your Day-nya Yiruma.
iya maksudku narasinya. hihihi makasih kak udah dibaca. ayo ayo baca lagi cerpenku yang lain :3 #promosi

@kak vera: TT^TT ya kan ya kan. grammar bahasa indonesiaku tuh jelek banget. harus mulai perhatiin gurunya baik baik! jongkok

kan kan udah kukasih tau ini di stop sebelum konfliknya keluar xD
habis kayaknya udah gak menarik lagi...
makasih kakak udah baca narsis
Kembali Ke Atas Go down
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 4:34

Yiruma!! terimaksih Oudrey... hampir lupa sama Yiruma Very Happy
rasanya udah aku baca semua tapi belum sempet komen tongue
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 8:42

Odeh sukanya di jenis sastra apa?
kan jenisnya banyak tuh..

kalo pembagian berdasarkan aku sih, ada jenis yang sastra banget kayak cerpen-cerpen di kompas/tempo. bahasa dan konfliknya dalem.
terus ada di novel chicklit yang bahasanya renyah, cuma aku gak suka soalnya kayak udah tahu jalan cerita kemana.

ada di novel metropop lebih dalem konfliknya...

kalo jenis -jenis cerpen sih banyak, ada surealis klik ini

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:00

@kak mondo: semua?! komen dong! xD wow

@kak vera: aku udah gak pernah baca karya sastra dalam bentuk apapun dalam bahasa indonesia kecuali disini kak. habis kayaknya di toko buku tuh penuh sama buku-buku yang asal terbit aja tapi mutunya kurang (sok banget padahal nggak akan pernah bisa nyelesain novel ==")
buku terakhir yang aku suka banget tuh Parasol Protectorate-nya Gail Carriger sama Shine karya Lauren Myracle Very Happy

yang dari dulu sampai sekarang suka banget tuh The Time Traveler's Wife karya Audrey Niffenegger <3 karakternya Henry tuh kuat banget, sampai terasa nyata :')
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:12

wkwkwkwkwk

seleranya Oudeh udah tinggi tuh, pantes aja males baca novel yang digarap penulis negeri sendiri.

tapi coba baca cerpen- cerpen di kompas / tempo deh...
bagus lo...

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:15

aku suka cerpennya om tuti kok D: terus punya kak mondo juga... disini juga bagus bagus kok D:
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:36

hahaha, iya cerpennya bang mondo sama cerpennya Bang Tuti bagus
baca cerpenku donk Oudeh...
iri

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:42

hihihi sini kasih aku linknya kak xD
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Sat 4 Aug 2012 - 10:45


_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
BelaRindi
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 16
Points : 20
Reputation : 0
Join date : 17.08.12
Age : 23
Lokasi : Jawa Timur

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Tue 25 Sep 2012 - 12:06

haru
Kembali Ke Atas Go down
crumpledcrane
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 579
Points : 601
Reputation : 0
Join date : 27.05.12
Age : 23
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Bunga Hujan   Tue 25 Sep 2012 - 15:59

kenapa kak bella? wow
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Bunga Hujan   

Kembali Ke Atas Go down
 
Bunga Hujan
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» wta solusi biar air ga nyampai atas waktu hujan
» NEW Product ---- SPIDI (Jacket, Gloves, Protector, Jas Hujan) & XPD BOOTS
» Jual: Sarung untuk Motor dan Jas Hujan untuk Sepatu
» Cuci Motor dan Hujan
» WTS JAS HUJAN ALPINESTAR

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: