SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 CERPEN "DIAM"

Go down 
PengirimMessage
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: CERPEN "DIAM"   Sun 23 Sep 2012 - 20:36

DIAM
Oleh: Iin Yakub


Diam, aku amat menyukainya. Kata orang diam itu emas, tetapi bagiku diamku kekal. Aku tak terbiasa bicara. Selalu saja menyimpan semuanya baik-baik di sini, di rongga dadaku. Aku tak terbiasa menulis. Selalu saja mendokumentasikan semuanya baik-baik di sini, di rongga dadaku. Kutulis dengan mata venaku yang tajam. Lalu aksara-aksara itu kubiarkan mencair dan leleh berpendar di semua sudut jiwaku. Bagiku diam adalah mendengar. Mendengar angin menangis, mendengar hutan tertawa, mendengar sungai berlari, dan mendengar ayahku mendongeng.

Saat bapakku meninggal karena kecelakaan di pabrik tempatnya bekerja, aku diam. Orang-orang mengelus kepalaku dan berkata, “Jangan menangis, Bujang.” Aku diam. Aku pun tak menangis saat bapak dengan tubuh kaku bersimbah darah diantarkan orang ke rumah kami yang sempit, lalu dimandikan, dibungkus dengan kain kafan harum. Aku tak menangis meskipun jenazahnya mulai ditimbun perlahan dengan gundukan tanah. Aku tak menangis. Aku diam. Menyimpan semuanya baik-baik di sini, di rongga dadaku. Bagiku bapak tidak pernah mati. Dia diam bersamaku. Di sini, di rongga jiwaku.

Bagiku diam adalah kekekalan untuk melawan semuanya. Melawan luapan kegembiraan agar tak meluber, melawan duka yang dapat mematikan akal, melawan tatapan sinis mereka yang terganggu dengan diamku, juga melawan kemarahan saat air mata emakku tumpah karena kaleng beras di dapur kami kosong. Aku diam karena kaleng beras itu sudah terlalu sering kosong, di bulan puasa atau bulan-bulan tanpa puasa.
* * *

Empat tahun setelah kematian bapak, aku tak bisa lagi membiarkan semuanya. Tak bisa lagi hanya mengangguk menuruti keinginan emak untuk terus diam di bangku sekolah yang kian tua dan gedungnya semakin reot. Aku benci berdiam di sana dan membiarkan jemari emakku semakin keriput terendam air sabun cucian sepanjang hari. Bagiku diam adalah perlawanan, termasuk melawan nasib yang menggerogoti kehidupan kami. Aku nekad bekerja apa saja. Jadi kuli panggul di pasar, tukang bangunan, bahkan pembersih sampah pasar. Aku tak bisa membiarkan tanganku diam menyaksikan kesulitan emak. Cukuplah lidahku saja yang memilih diam. Setelah dua tahun bekerja serabutan, aku akhirnya memutuskan untuk menulis sebuah surat lamaran pekerjaan.


“Kita tidak akan pernah kaya dengan uang, Bujang. Kau bersabarlah sebentar lagi hingga sekolahmu selesai. Kalau kau punya cukup ilmu, kau akan bekerja dengan otakmu bukan dengan tanganmu yang ceking itu.”

Aku diam. Memasukkan surat lamaran dan fotokopi ijazah lusuh dalam amplop coklat ukuran besar.

“Kalau saja bapak kau masih hidup, mungkin kita tidak akan semelarat ini, Bujang.” Emakku menerawang lagi, mengingat bapak yang berperang melawan cacing-cacing di kuburnya. Aku diam membuang tatap ke jendela. “Kalau saja, pabrik itu bersedia bertanggung jawab dan memberikan dana kompensasi atas kecelakaan bapak kau itu, Bujang, mungking kau punya biaya sekolah yang lebih baik.”

Aku diam. Benci mendengar emak meratapi masa lalu.

“Kau jangan ikut-ikutan bapak kau bekerja di pabrik, Bujang. Emak tak mau melihat kau merasakan susah yang sama seperti bapak kau dulu.”

Aku diam. Tertunduk meremas map coklat berisi surat lamaran kerja karena ke pabrik itulah aku akan melangkah. Bagiku diam adalah penolakan absurd terhadap larangan-larangan emak agar aku tak harus menjadi Malin Kundang yang terkutuk melawan nasihat emaknya. Bagiku diam adalah permohonan maafku atas pembangkanganku pada emak yang tak dapat membaca.
* * *

“Anak Pak Saipul kah kau ini?” Kepala pabrik membaca sekilas surat lamaran pekerjaanku. Menggeleng-gelengkan kepala melihat ijazahku yang hanya bertuliskan nama sebuah SMP negeri. Aku menganggukkan kepala saat dia menyebut nama bapakku dengan kesalahan penyebutan huruf f.

“Aiii… mau kerja di sini pula kau, Bujang?”

Aku mengangguk.

“Sayang, bapak kau yang bodoh tu tak cakap menggunakan mesin pemotong. Sudah kusuruh mandor mengajarnya baik-baik, tapi kepalanya yang bebal tu ternyata tak cepat tanggap dengan teknologi. Jadilah teknologi tu yang makan die.”

Aku diam. Menatap mata sipitnya tajam-tajam. Bagiku diam adalah perlawanan, termasuk perlawanan atas penghinaan terhadap almarhum bapakku.

“Kau mau kerja di sini juga, Bujang?” Ia terkekeh. Menatapku dari ujung kepala seolah hendak membaca tingkat kecerdasanku dengan otak culasnya. “Aiiii… Mesin pemotong tu memanglah dapat bekerja sendiri, tak perlu kau ajak bercakap, Bujang. Tapi kau mestilah tanggap dengan semua yang harus dilakukan terhadap mesin tu. Pencet tombol ini, pencet tombol itu, matikan ini, matikan itu. Kau bisa belajar mengoperasikan mesin berteknologi macam tu?”

Dia menatapku ingin tahu. Dibumbui rasa meremehkan yang kental. Namun, aku diam. Tak mengangguk, tak pula menggeleng.

“Hei, Bujang. Kalau kau mati karena mesin pemotong tu, alangkah tak eloknya cerita keluarga kau nanti. Bapak—anak mati karena menjalankan mesin pemotong. Alangkah tak eloknya kalau orang-orang tahu bahwa orang macam kau dan bapak kau itu terkutuk oleh mesin berteknologi. Ditambah lagi, kalian bisu pula. Nanti orang-orang pikir, orang bisu bodoh dan tak cakap mengoperasikan mesin.”

Aku diam. Mengisap semua oksigen di ruangan itu. Melawan otakku yang mendidih. Tanganku meraba sebuah badik yang selalu terselip di pinggangku. Bagiku diam adalah penghormatan. Penghormatan untuk bapakku yang bisu. Bagiku diam adalah pemahaman. Memahami semua kata yang hendak bapak ucapkan padaku sejak masa kanak-kanakku. Bagiku diam adalah pengertian. Mengerti bapak yang hanya menyampaikan semangat dan kasih sayangnya hanya lewat mata, senyuman, dan telapak tangannya. Bagiku diam adalah bapakku. Adalah jiwaku.

“Aku tidak bisu, Bodoh!!!”

Sebuah belati bersarang tepat di ulu hati lelaki tambun yang mengejek romantisme diam antara aku dan bapak. Lelaki itu melotot menatap mataku. Entah terkejut untuk rasa sakit mahadahsyat yang sekarang menggerogoti tubuhnya atau mendengar suaraku yang mendesis tajam.


Setelah ini, diam bagiku adalah pengakuan.
* * *
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Sun 23 Sep 2012 - 21:32

Diam diam mengerikan dead
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 6:05

xixixixi...
kan biasa Blas... psikopat langsung aja tuh main bunuh
bubble
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 11:57

Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 12:30

@bu dosen: Endingnya ga terduga, aku suka
@Mondo:
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 17:45

Mondo >>> tanpa jejak kata kah???

Blas >>>> secara personal, iin emang lebih suka 'open ending' >>> mencerdaskan pembaca... agar tidak terlalu disuapi... bebas aja mo mikir ending yg sebenernya kayak apa...
Smile
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 17:56

iin yakub wrote:
Mondo >>> tanpa jejak kata kah???

Blas >>>> secara personal, iin emang lebih suka 'open ending' >>> mencerdaskan pembaca... agar tidak terlalu disuapi... bebas aja mo mikir ending yg sebenernya kayak apa...
Smile
eee..... bisa dikatakan sama nggak tuh dengan ending yang 'nggantung'? bounce

itu kan mondo lagi 'diam' bounce
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 24 Sep 2012 - 20:10

bisa jg...
tapi... istilah yang lebih sering digunakan sih Open Ending...
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
eigoh
Pendatang Baru
Pendatang Baru


Jumlah posting : 3
Points : 3
Reputation : 0
Join date : 09.01.13

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Wed 9 Jan 2013 - 13:51

bagus cerpennya haru diam yg menghanyutkan bengap
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 10:26

marah

mba iin cerpennya bagus bangeeet.. aku sukaaaa
huhuhuhuhuhu

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 10:48

aku juga suka.. narsis

suka kamu, Vera.. iri

#aduuuhh.. gak nyambung yaaa... xixixixi
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 11:13

Aiiih.... Aku juga suka mba iin kok.... shy

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 11:45

Ah, Vera telat nih ngupil
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 12:00

emang kenapa BLas? Razz

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 14:17

Iya bener Blasss...

iin kan dah lama upload nih cerpen...

ketahuan bener, klo dia yg paling lama kabur dr SP Aha
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 14:24

So??? bubble

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Thu 7 Feb 2013 - 16:25

ngupil
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Fri 8 Feb 2013 - 14:19

makan

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
om_diper
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 2
Points : 4
Reputation : 0
Join date : 17.03.13

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Sun 17 Mar 2013 - 14:14

keren metaforanya.....sungai yang berlari ya:) bermain
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Sun 17 Mar 2013 - 18:29

om_diper wrote:
keren metaforanya.....sungai yang berlari ya:) bermain


makasih Om Diper...

selamat bergabung di SP
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
Aldy Verdy
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 3
Points : 7
Reputation : 0
Join date : 27.03.13
Age : 25
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Wed 27 Mar 2013 - 12:30

Diam..
Aku suka maknanya Smile
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Wed 27 Mar 2013 - 21:14

Aldy Verdy wrote:
Diam..
Aku suka maknanya Smile


Makasih Aldy
Salam kenal...
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
lonelybear
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 19
Reputation : 0
Join date : 08.02.13
Age : 32
Lokasi : In My Mind - (DEPOK)

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 1 Apr 2013 - 11:45

Keren mba... bahasanya saya suka indah puitis... alur ceritanya tiba-tiba berhenti pada pembunuhan yang awalnya orang akan mengira ending si Bujang bakalan keluar dari kemiskinan..
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Mon 1 Apr 2013 - 18:49

lonelybear wrote:
Keren mba... bahasanya saya suka indah puitis... alur ceritanya tiba-tiba berhenti pada pembunuhan yang awalnya orang akan mengira ending si Bujang bakalan keluar dari kemiskinan..


Makasih Bear....
kalo si Bujang endingnya keluar dari kemiskinan, trus pergi haji sama emaknya (misal), nih ending dah biasa... dan iin gak suka...
jd... sengaja pilih ending yang begitu... Very Happy


salam kenal, Bear.... selamat bergabung di SP
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
lonelybear
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 19
Reputation : 0
Join date : 08.02.13
Age : 32
Lokasi : In My Mind - (DEPOK)

PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   Fri 5 Apr 2013 - 7:44

Yap salam kenal Mba Iin.. ngopi , Pamer lagi karyanya mba siapa tau bisa dicontek Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: CERPEN "DIAM"   

Kembali Ke Atas Go down
 
CERPEN "DIAM"
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» mau tanya aja kk :maaf:
» Pengen bagi2 cerita ttg safety riding
» SHARING PENGALAMAN - MODIFIKASI MOTOR !!!!!!
» GENG "[b]MOTOR[/b]" YANG ANARKIS ??
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Bebas :: Pamer Karya-
Navigasi: