SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Siapa kau?

Go down 
PengirimMessage
wilfran
Penulis Pemula
Penulis Pemula
avatar

Jumlah posting : 56
Points : 76
Reputation : 0
Join date : 02.10.12
Age : 27
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Siapa kau?   Fri 19 Oct 2012 - 5:15

Aku dapat mengingatnya dengan jelas. Semuanya. Semua hal yang terjadi kala itu yang kurekam dalam ingatanku. Dimulai oleh tangisan langit senja. Air mata dan suara tangis semua orang sampai tertutupi oleh derasnya air hujan. Seingatku saat itu adalah untuk yang pertama kalinya di mana hujan turun begitu deras sejak kurang lebih tiga bulan lamanya. Aku tidak meneteskan air mata setitik pun. Air mataku sudah kering sejak kuhabiskan hingga tak bersisa pada hari sebelumnya. Ya, hari di mana untuk yang terakhir kalinya aku dapat melihat indahnya tatapan mata ibuku. Itulah hari di mana tanggalnya tercatat pada batu nisan di hadapanku. Batu nisan yang terus kupandangi sambil berharap itu hanyalah sebuah ilusi. Batu nisan yang terus kupandangi sampai orang itu mengalihkan pandanganku kepadanya. Itulah saat pertama di mana aku melihat sosok pria itu.

Ia mengenakan pakaian serba putih. Sangat kontras dengan semua orang yang ada di sekelilingku saat itu. Penampilannya sangat sederhana. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. Ia menghadapkan tubuh dan wajahnya ke arahku. Sebenarnya aku langsung merasa aneh sejak pertama kali pandanganku tertuju padanya. Siapa pria itu sebenarnya? Berdiri sendirian di bawah pohon besar yang melindunginya. Memandangiku tanpa bergerak sedikit pun. Dan sepertinya tak ada seorang pun selain aku yang menyadari keberadaannya.

Kami saling bertukar pandang selama beberapa saat lamanya. Ia tampak tak mempedulikan apapun selain diriku. Aku mulai merasa curiga. Dan saat aku memutuskan dalam hatiku untuk berjalan menghampirinya, ia berpaling dari hadapanku dan melangkah meninggalkan tempat itu. Aku terus memandanginya sampai sosok punggungnya yang terlihat olehku itu hilang dari jangkauan pandanganku. Aku tak akan melupakan kejadian itu. Saat di mana aku berkabung atas kepergian ibuku. Saat di mana untuk pertama kalinya aku bertemu dengan pria itu.

Malam tahun baru, tiga tahun setelah kepergian ibuku. Aku sudah bukan anak-anak lagi. Saat itu aku berpikir bahwa aku pasti bisa bertahan untuk tidak tidur semalaman sampai surya tahun baru terbit. Kembang api dan petasan memeriahkan malam yang indah itu. Aku bermain-main dengan saudara-saudaraku. Aku sudah sangat akrab dengan mereka meskipun aku baru mengenal mereka lima hari sebelumnya. Itu adalah libur panjang yang sudah kutunggu-tunggu sejak lama. Aku harus menikmatinya. Ya, semua orang menikmati hari yang indah itu. Semua tampak baik-baik saja, sampai aku bertemu kembali dengan pria itu.

Ia muncul dengan sikap yang sama persis dengan yang ia perlihatkan pada hari pemakaman ibuku. Aku memandanginya dari jauh tanpa berbuat apa-apa. Penampilannya sama dengan tiga tahun lalu. Hanya saja kali ini rambutnya berantakan dan pakaiannya sedikit kusut. Aku terus menatapnya sampai sebuah kesimpulan yang terbesit olehku memaksaku untuk lari meninggalkannya. Ya, kesimpulan bahwa pria itu mengikutiku ke kampung halamanku hingga menyeberangi lautan hanya untuk memperlihatkan sosoknya di hadapanku lagi.

Hari keempat belas di bulan Februari. Hari yang dirayakan oleh seluruh dunia sebagai hari kasih sayang. Hari itu adalah untuk yang pertama kalinya aku dapat merayakan valentine bersama seorang kekasih. Saat itu aku benar-benar merasa bahagia. Aku sudah menyiapkan hadiah yang kubeli dari hasil tabunganku sendiri. Aku akan bertemu dengan Theophania di sudut kota tempat pertama kali kami bertemu. Saat itu aku tak memikirkan apa-apa lagi. Aku hanya ingin bertemu dengan pacar pertamaku itu.

Aku sudah tiba di tempat yang kami janjikan sejak setengah jam sebelum waktu perjanjian. Aku sabar menunggunya sambil mengecek terus hadiah yang akan berpindah tangan itu. Aku terus menunggunya; menunggu dan terus menunggu. Aku terus menunggunya sampai waktu yang dijanjikan berlalu hingga dua jam lamanya. Saat itu aku benar-benar merasa khawatir. Jangan-jangan terjadi apa-apa pada Theophania. Dan saat kekhawatiranku memuncak, sebuah truk gandeng muncul memasuki pandanganku menciptakan sebuah pemandangan mengerikan yang tak ingin kulihat.

Sesosok wanita berambut panjang terpental melayang diiringi teriakan histeris di sekelilingku. Semua orang yang melihat langsung menghampiri tempat kejadian itu. Sopir truk gandeng yang sudah dikerumuni massa hanya bisa membela diri sambil gemetar ketakutan. Aku berlari menuju tempat wanita itu tergeletak. Saat itu terbesit di pikiranku bahwa wanita itu adalah pacarku. Aku dapat mengingat dengan jelas betapa khawatirnya aku saat itu. Aku tak berani menemui kenyataan. Namun rasa penasaranku mengalahkan rasa khawatirku. Aku pun berjalan dan menerobos kerumunan orang yang mengelilingi wanita itu.

Aku sudah berada di tempat yang ingin kutuju. Mataku langsung terpejam saat darah segar yang senada dengan warna kotak hadiahku terlihat olehku. Aku takuk mengetahui kenyataan. Namun aku sudah menyiapkan hati untuk segala kemungkinan. Aku pun mencoba memberanikan diri. Perlahan-lahan kubuka mataku sambil berharap wanita itu bukanlah Theophania. Aku memandangi wanita itu dimulai dari ujung kaki. Perlahan-lahan aku memindahkan fokus pandanganku. Dan saat wajah wanita itu terlihat olehku, rasa khawatir yang sejak beberapa saat sebelumnya terus membebaniku hilang tak bersisa.

“Syukurlah. Ternyata bukan Nia,” kataku saat itu.

“Syukurlah kau bilang? Kau bersyukur atas kejadian mengerikan ini?” sebuah suara yang sangat dingin terdengar olehku dari belakang tubuhku.

Aku langsung melihat ke belakang. Namun aku tak melihat siapa-siapa. Dan saat aku mencoba untuk lebih fokus memperhatikan kerumunan orang di sekelilingku, bulu kudukku langsung berdiri.

Ia berdiri menghadapku di saat semua orang berdiri menghadap ke arah wanita yang tengah tergeletak itu. Rambutnya sangat tidak terurus. Pakaiannya kotor dan compang-camping. Kedua tangannya setia berada di dalam saku celananya. Wajahnya tidak berubah sedikit pun sejak pertama kali aku melihatnya. Ya, untuk yang kesekian kalinya, pria itu muncul di hadapanku.

Kini sudah lima belas tahun berlalu sejak kepergian ibuku. Banyak hal telah terjadi. Aku telah menjadi seorang mahasiswa. Aku tinggal sendirian di sebuah kamar kos di dekat kampusku. Aku menjalani hidup yang damai di luar negeri. Aku memutuskan untuk menuntut ilmu di luar negeri. Dan sejak saat itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan pria itu.

Mengingat-ingat kembali akan pertemuan-pertemuanku dengan pria itu telah menjadi rutinitasku setiap malam. Aku memang seorang pengidap insomnia. Karena itu aku perlu bermain-main dengan pikiranku untuk dapat memindahkanku ke alam tidurku. Aku selalu mengkhayal setiap malam dan mengembangkan khayalanku ke arah manapun yang kusuka. Sebuah kebiasaan yang akhirnya mengantarkan aku ke dunia sastra.

“Mungkin aku akan menjadikan pengalaman hidupku yang aneh ini sebagai sebuah novel,” gumamku sendirian sambil menatap langit-langit.

“Ya, lakukanlah. Aku akan membantumu sebisaku.”

Aku langsung terperanjat. Saat aku sedang membayangkan sosok pria itu menjawab ucapanku, saat itu juga jawaban itu terdengar olehku. Aku menoleh ke samping dengan jantung yang berdegup keras. Dan aku langsung berteriak sejadi-jadinya saat sosok berambut berantakan dengan pakaian putih yang sangat lusuh itu muncul di hadapanku. Ya, pria itu muncul kembali di hadapanku; di dalam kamarku sendiri.

Tubuhku langsung menjadi lemas. Aku kehilangan semua kekuatanku. Tubuhku bergetar hebat tanpa bisa kutahan lagi. Bibirku gemetaran. Aku merasakan ketakuan yang luar biasa. Pria yang di masa lalu selalu menghantui kehidupanku, kini muncul lagi di hadapanku. Ia tetap dengan gayanya yang selalu ia perlihatkan kepadaku. Kedua tangannya berada di dalam saku celananya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ketakutanku menghambat seluruh gerak tubuhku.

Perlahan-lahan ia mengeluarkan kedua tangannya dari sakunya. Ia mulai melangkah mendekatiku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk dapat berbuat sesuatu. Dan ketika akhirnya aku dapat bergerak, hal pertama yang kulakukan adalah bertanya kepadanya.

“Siapa kau sebenarnya?”

Ia tidak menjawabku. Ia menghentikan langkah kakinya dan kembali berdiri menghadap ke arahku. Situasi kembali menjadi beku. Aku tak melepaskan pandanganku darinya. Perlahan-lahan ia mulai tersenyum. Dan akhirnya ia pun menjawab.

“Kurasa kau tahu,” jawabnya dengan nada suara yang bergetar.

“Aku tahu kau, tetapi aku tidak mengenalimu. Siapa kau sebenarnya?” tanyaku lagi.

“Tidak, tidak. Kau tahu betul siapa aku ini. Bahkan kaulah yang paling tahu tentang diriku.”

“Tidak. Aku tidak tahu apapun tentang dirimu.”

“Ya, kau tahu.”

“Tidak, aku sama sekali….”

Ucapanku terhenti saat sesuatu mulai terbesit di pikiranku. Sesuatu yang mengerikan. Hal-hal lainnya perlahan-lahan datang dengan sendirinya memenuhi pikiranku. Semua muncul bagaikan titik-titik air hujan yang menghujam tubuh sekaligus. Dan ketika semuanya berhenti, ketidaktahuanku langsung lenyap dengan sendirinya.

Dalam posisi berdiri, dengan tubuh menghadap ke arah dinding, dengan wajah menghadap ke langit-langit, serta, tentunya, dengan rambut yang berantakan dan pakaian putih yang sangat lusuh, aku berkata, “akulah aku.”

Akulah aku. Ya, inilah aku. Pria dengan rambut yang sudah sangat berantakan dan pakaian putih yang sudah sangat lusuh. Pria yang gemar memasukkan tangannya ke saku celananya. Inilah aku. Pria yang paling mengenal dirinya sendiri.

Sejak awal aku adalah aku. Sejak awal sosok anak kecil yang kehilangan ibunya di usia tujuh tahun itu tidak pernah ada. Orang itu, beserta semua pengalaman hidupnya, hanyalah sosok yang kuciptakan dalam khayalanku sendiri. Ia tidak pernah ada. Ia hanyalah mainanku. Tokoh utama yang kupermainkan dalam imajinasiku. Imajinasi berlebihan yang mengirimku ke dunia khayalanku sendiri dan membuatku melupakan dunia nyata. Ya, permainan mengerikan yang selalu kulakukan. Permainan mengerikan yang kerap membuatku tidak bisa membedakan antara ilusi dengan kenyataan.

Aku adalah aku. Pria yang terlalu berlebihan dalam bermain-main dengan imajinasi. Pria yang kehilangan kenyataan hidupnya di dunia nyata karena direnggut oleh imajinasinya sendiri. Pria yang semakin tidak bisa membedakan antara ilusi dengan kenyataan. Ya, inilah aku.

Lalu, apa yang akan kulakukan sekarang? Kurasa aku akan menenggelamkan diriku lagi ke dalam samudera ilusi ciptaanku sendiri. Aku tidak peduli jika kali ini aku benar-benar tidak bisa lagi kembali ke dunia nyata. Toh tak akan ada yang peduli pada orang gila sepertiku.


Terakhir diubah oleh wilfran tanggal Thu 1 Nov 2012 - 17:08, total 5 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Tue 30 Oct 2012 - 14:12

coba dirapihin dulu spasinya bang.. agak pusing bacanya damai

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
wilfran
Penulis Pemula
Penulis Pemula
avatar

Jumlah posting : 56
Points : 76
Reputation : 0
Join date : 02.10.12
Age : 27
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Wed 31 Oct 2012 - 3:45

ilhammenulis wrote:
coba dirapihin dulu spasinya bang.. agak pusing bacanya damai

yap, already done..
silakan dibaca dan beri tanggapan ya.. Smile
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Wed 31 Oct 2012 - 11:41

temanya menarik, terutama twist di bagian akhir.. Very Happy

cuman perlu diperbaiki duplikasi-duplikasi kalimatnya, contoh:

Batu nisan yang terus kupandangi sampai orang itu mengalihkan pandanganku kepadanya. Itulah saat pertama di mana aku melihat sosok pria itu. (paragraf 1)

Saat di mana aku berkabung atas kepergian ibuku. Saat di mana untuk pertama kalinya aku bertemu dengan pria itu. (paragraf 3)

Lalu, pendapat saya sih, bakal lebih menarik kalau sosok pria itu lebih diperjelas deskripsinya, gak sebatas penampilan selintas aja. (rambut dan pakaian) .. toh dia adalah dirinya sendiri, jadi sudah sewajarnya dia "sangat kenal" dengan sosok tersebut Smile



_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
wilfran
Penulis Pemula
Penulis Pemula
avatar

Jumlah posting : 56
Points : 76
Reputation : 0
Join date : 02.10.12
Age : 27
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Wed 31 Oct 2012 - 15:40

ilhammenulis wrote:
temanya menarik, terutama twist di bagian akhir.. Very Happy

cuman perlu diperbaiki duplikasi-duplikasi kalimatnya, contoh:

Batu nisan yang terus kupandangi sampai orang itu mengalihkan pandanganku kepadanya. Itulah saat pertama di mana aku melihat sosok pria itu. (paragraf 1)

Saat di mana aku berkabung atas kepergian ibuku. Saat di mana untuk pertama kalinya aku bertemu dengan pria itu. (paragraf 3)

Lalu, pendapat saya sih, bakal lebih menarik kalau sosok pria itu lebih diperjelas deskripsinya, gak sebatas penampilan selintas aja. (rambut dan pakaian) .. toh dia adalah dirinya sendiri, jadi sudah sewajarnya dia "sangat kenal" dengan sosok tersebut Smile



makasih masukannya bang..
untuk twist, sebenarnya hal itu sedang rame-ramenya dibahas di kepala saya lol!
saya lihat kebanyakan cerpen bagus yang ada di forum ini selalu menjadikan twist sebagai senjata utamanya. bukan cuma kebanyakan, malahan hampir semua cerpen yang bagus yang ada di forum ini. dan saya pribadi pun belakangan ini selalu terikat pada twist setiap kali membuat cerita.

saya pun berpikir, bagaimana caranya bikin cerpen bagus tanpa harus memakai twist. waktu lagi kebingungan, saya baca cerpen bang ilham yang judulnya retakan dan saya benar-benar mendapat pencerahan jempol
cerpennya keren dan nggak menggunakan twist..
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Thu 1 Nov 2012 - 6:28

waaaah keren, wil... ending twist itu emg sengaja dgunain biar ceritany misterius, jd gak pasaran....MUNGKIN itu sejatiny tujuan para penulis yg suka pake twist di akhir cerita... Very Happy
tp soal twist sih banyak juga cerpen yg gak pake twist2an segala, tp tetep bagus...intiny sih tetep di pengemasan cerita aja...wlopun aku jg gak tau sih secara teknisny gmn Laughing
yg pnting mah : keep writing aja, psti jd makin bagus dan makin bagus... Top

oiya jd gak komen : bagus, udh ya itu aja... geli
Kembali Ke Atas Go down
wilda94
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 15
Reputation : 0
Join date : 27.10.12
Age : 23
Lokasi : Purwokerto, Jawa Tengah

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sat 3 Nov 2012 - 12:57

emm boleh komen juga gak ? Very Happy
buat saya sih, judulnya aja yang rada di bikin sedikit misterius, atau apa lah itu yang bikin greget duluan hehe
saya sendiri slalu kebingungan kalo disuruh nentuin judul, sungguh deh.
Kembali Ke Atas Go down
http://wildaszone.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sun 4 Nov 2012 - 3:31

halo hilda....salam kenal ya salaman
iya judul itu pnting bwt kesan pertama Laughing
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sun 4 Nov 2012 - 7:08

wilda94 wrote:
emm boleh komen juga gak ? Very Happy
buat saya sih, judulnya aja yang rada di bikin sedikit misterius, atau apa lah itu yang bikin greget duluan hehe
saya sendiri slalu kebingungan kalo disuruh nentuin judul, sungguh deh.

judul mah bisa terakhir.. hahahaha kabur

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
wilda94
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 15
Reputation : 0
Join date : 27.10.12
Age : 23
Lokasi : Purwokerto, Jawa Tengah

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sun 4 Nov 2012 - 7:55

namaku wilda bukan hilda dendam

eh judul mah pasti d awal bukan d akhir :p
Kembali Ke Atas Go down
http://wildaszone.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sun 4 Nov 2012 - 20:12

oh iya wilda...kayakny salah pencet nih...
(ngelirik letak W dan H yg jauh bgt di keyboard)

judul letakny di awal
tp kykny bbrp org lebih suka nentuin jdul di akhir proses nulis
siapa aja tuh yaaaaa??? Cool
Kembali Ke Atas Go down
wilfran
Penulis Pemula
Penulis Pemula
avatar

Jumlah posting : 56
Points : 76
Reputation : 0
Join date : 02.10.12
Age : 27
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Sun 4 Nov 2012 - 22:02

saya salah satu orang yang selalu nentuin judul belakangan, termasuk cerpen yang satu ini disco
Kembali Ke Atas Go down
wilda94
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 15
Reputation : 0
Join date : 27.10.12
Age : 23
Lokasi : Purwokerto, Jawa Tengah

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Mon 5 Nov 2012 - 0:20

iya emang. abis kalo judulnya duluan isinya sering jd melenceng dr judul Very Happy
#aku banget


W sm H ngga tetanggaan. ngga ada alesan. salah tetep salah. no
Kembali Ke Atas Go down
http://wildaszone.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Mon 5 Nov 2012 - 0:51

yaaaah trus gmn dong...y udh sbg ganti rugi kukasih permen deh... narsis
moga2 dalemny ada huruf W.... Razz
Kembali Ke Atas Go down
wilfran
Penulis Pemula
Penulis Pemula
avatar

Jumlah posting : 56
Points : 76
Reputation : 0
Join date : 02.10.12
Age : 27
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Mon 5 Nov 2012 - 1:00

@wilda94
nggak apa-apa sis.. nama saya juga pernah salah ditulis.. setidaknya masih lebih baik salah tulis daripada salah orang..
btw di SP pernah ada yang salah nyebut orang loh.. dan hebatnya dia melakukannya nggak cuma sekali.. pelakunya, orang yang sama dengan yang salah nulis nama sis Wilda lol! lol!
peace.. Smile
Kembali Ke Atas Go down
wilda94
Pendatang Baru
Pendatang Baru
avatar

Jumlah posting : 13
Points : 15
Reputation : 0
Join date : 27.10.12
Age : 23
Lokasi : Purwokerto, Jawa Tengah

PostSubyek: Re: Siapa kau?   Tue 6 Nov 2012 - 21:52

wilfran :
ohh jd udah langganan salah nyebut yak? wahahaha
yaudah deh ikhlasin.. ikhlasin.. semoga amal ibadahnya diterima Very Happy
eh tp ak sering bget digituin, salah orang jg sering, kadang d kira si A kadang d kira si B. malang nian jongkok




de_wind :
permennya kok nggak manis? ini racun kah ? jd setelah salah nyebut nama, skrg racun berbentuk permen ? dendam
Kembali Ke Atas Go down
http://wildaszone.wordpress.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Siapa kau?   

Kembali Ke Atas Go down
 
Siapa kau?
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Salah Siapa?
» Global Warming itu pembodohan massal!
» biodata night baron
» [Matibeku.com] We Are Closing Down..
» Tanya Ini Motor siapa? (Naksir berat sama stickernya)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: