SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )

Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
Domba
Penulis Berbakat
Penulis Berbakat
avatar

Jumlah posting : 397
Points : 414
Reputation : 3
Join date : 31.05.12

PostSubyek: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Sun 9 Sep 2012 - 19:47

“Ah, Kakak sudah pulang!”

Malam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hatiku masih tetap kebat-kebit dan aku menanti di depan jendela. Menanti lelakiku. Menanti ksatria yang selalu memperlakukanku bak seorang Putri. Sudah semalam ini tapi dia belum pulang juga.

Aku melirik pada jam dinding bulat tua di ruang tengah itu, satu-satunya jam dinding yang masih terus berdetak ketika begitu banyak jam lainnya teronggok tanpa nyawa karena kehabisan baterai.

“Di mana dia?” aku mencoba menerka-nerka. Menenangkan diriku sendiri. Biasanya sebelum makan malam dia pasti sudah pulang. Padahal malam ini aku memasak makanan spesial. Ikan sarden kalengan yang ku dapat dari seorang Caleg yang sedang berkampanye ke kampung kami. Kemarin aku juga dapat beras dan uang sebesar gaji sehari dari ksatriaku itu.

Lantas teringat pada percakapan ibu-ibu di tempat antrian sembako tadi…

“Akhir-akhir ini suamiku jarang pulang.”

“Wah, hati-hati, Kak. Itu tanda-tanda selingkuh. Atau mungkin tanda-tanda minum-minum tuh. Laki aku aja kayak gitu. Orang duit gaji dia nggak terpakai soalnya udah ada dapat sembako dari sana sini. Sama dia duitnya, digunain minum-minum.”

“Terus kau apain dia?”

“Mau aku apain? Suka-suka dia aja di situ. Toh aku juga nggak peduli lagi. Suami kakak itu yang perlu kakak pertanyakan.”

Aku menggeleng cepat. Ah, pemikiran bodoh macam apa itu? Ksatriaku hanya mencintaiku. Aku hanya berharap tidak terjadi apa-apa dengannya saat bekerja. Semoga batu bata dan pasir bekerja sama dengan baik bersamanya hari ini. Semoga tidak ada apa-apa.

Aku ingin bercerita sedikit tentang lelakiku itu.

Dulu kami satu organisasi di tempat kuliahku. Kami sama-sama anak pecinta alam. Dia seorang senior, 3 tahun di atasku. Tubuhnya atletis, langkahnya sigap, kuat, dan ya…jika kau tanya mengapa aku begitu mencintainya, aku akan bertanya balik, “Memangnya aku punya alasan apa untuk tidak mencintainya?”

Aku masih sangat ingat, ketika pertama kali kami mendaki gunung dari kampus bersama. Aku masih semester 2 sedangkan dia sudah mulai menyusun skripsinya. Aku yang saat itu sedang dalam kondisi kurang enak badan, terus saja dihujani beribu perhatian dan pertolongan darinya.

Sampai ketika aku terperosok dan tak sadarkan diri, teman-teman bilang dia berlari menuruni lembah untuk menangkap tubuhku dan membawaku kembali ke atas.

Aku ingat sekali, malam itu, dia membawakan makanan untukku ke tenda perawatan. Menyuapiku makan. Dan melihat dengan jelas betapa gugupnya aku ketika perlahan ia menyentuh tanganku yang hampir membeku.
“Rany, tangan kamu kok dingin banget?”

“Euhm…kan emang dingin Kak Aksara,” aku tersenyum kecil menutupi kegugupanku.
Dia menyilangkan syalnya ke leherku dan kemudian meniup tanganku dan menggosokkannya ke kedua telapan tangannya yang besar dan hangat.

Namun aku masih tetap kedinginan, meski jujur saja jiwaku serasa dibakar api yang sangat panas. Ketika akhirnya ia memelukku. Di saat ntah bagaimana akhirnya bibirnya telah melekat di bibirku. Dan di waktu tanpa sadar kami kehilangan kontrol diri dan hanyut dalam indahnya malam. Merasakan begitu hangat tanpa sehelai benang pun di malam yang dingin di puncak gunung.

Aku tersenyum kecil, “Ah…malam itu,” aku menyentuhkan telunjuk kananku ke bibirku, dan berhasil merasakan kembali lembut bibirnya 2 tahun yang lalu itu.

Aku sama sekali tidak menyesal, ketika akhirnya aku hamil dan kami terpaksa ‘kawin lari’. Karena ke mana saja pun dia membawaku, aku tak akan pernah mau melawan. Aku akan diam dan mengikuti setiap langkahnya.
Bahkan meski itu berarti aku harus meninggalkan keluargaku. Meninggalkan ketenaran di kampusku. Meninggalkan teman-teman sepermainanku. Untuk dia apa saja aku rela. Karena toh dia juga melakukan hal yang sama. Di hari dia akan disidang demi kelulusannya, pagi itu…

Aku ingat menghadang langkahnya dan berkata, “Kak Aksara, aku hamil…”

Aku ingat jelas mimiknya sama sekali tidak menunjukkan kemarahan atau sekedar sinyal tidak suka. Sebaliknya, dia menghapus air mataku dan berbisik lembut, “Kita pergi dari sini. Kamu bersedia ikut denganku, Rany?”

Dan itulah awal dari perjalanan panjang kami ini.

Dengan modal sisa uang di ATM yang kami satukan, kami sampai di kota ini. Tempat di mana akhirnya aku melahirkan anak kami. Seorang malaikat kecil bernama Paul.

Terkadang memang, aku merindukan keluargaku, merindukan semua yang ada di masa lalu. Tapi aku tak mau berlarut-larut karena toh bersamanya saja aku sudah sangat bahagia. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa ksatria dan malaikat kecilku itu.

Aku kembali menoleh ke arah jam dinding, menemukan dia telah berlari sejauh hampir satu jam dan saat ini nyaris tepat tengah malam.

“Ksatriaku, di mana kamu?”

Andai saja ada hal lain yang bisa aku lakukan untuknya selain hanya sekedar menunggu. Dulu sebelum anak kami lahir, aku sempat menjadi seorang pelayan toko. Kau tahu, itu hal terindah yang pernah terjadi dalam hidupku.
Toko tempatku bekerja sebagai pelayan berada bersebrangan jalan dengan ruko yang sedang dibangun oleh salah satu pekerjanya, yaitu ksatriaku. Kadang aku bisa membuang sampah keluar dan mengedipkan mata pada kstariaku yang sedang mengaduk semen di ujung jalan sana, dan di sambut dengan gesture ‘LOVE’ berbentuk hati dari kedua tangan kokohnya.

Kadang juga, ketika jam makan siang aku akan menyebrang dan makan bekal bersama dengannya. Di antara debu dan pasir. Di tengah tumpukan beribu batu bata. Tertawa bersamanya dan rekan sekerjanya. Mereka begitu kuat sekaligus begitu lembut. Setiap hari terasa indah, terlebih ketika kami bisa pulang bersama dan berjalan kaki bergandengan tangan menuju rumah kecil kami di ujung jalan.

Tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama. Suatu hari seorang pelanggan menggodaku dan dengan lancangnya menyentuh perutku yang membesar itu. Ksatriaku melihatnya dari seberang sana dan segera datang memukuli lelaki kurang ajar itu.

Dan kami salah besar karena semua itu. Lelaki itu ternyata seorang dokter ahli kandungan yang hanya singgah sesekali ke desa ini. Aku sudah terlalu bodoh sampai meneriakinya sementara yang dia katakan hanya, “Sepertinya bayi Anda sangat sehat dan kuat, Nona.”

Dan kemudian aku dipecat. Lalu melahirkan. Saat Paul berusia hampi 9 bulan, aku mulai merasa aku perlu membantu ksatriaku. Dengan adanya Paul, upah hariannya saja tidak mencukupi kebutuhan kami. Sementara dia selalu memaksaku untuk mengkonsumsi buah-buahan dan makanan yang mahal selama aku memberi ASI pada malaikat kecil kami.

Aku menerima cucian. Orang-orang kaya akan datang dan membawakan baju-baju bagus mereka untuk kemudian kubersihkan. Semua karena aku tak tahan, ketika suatu hari ksatriaku datang dengan tubuh penuh luka. Dia bekerja terlalu keras sampai-sampai tidak memperhatikan kondisinya sendiri.

Ya, aku tahu dia sosok yang kuat. Teguh dan kokoh. Aku tak pernah mengganggapnya lelaki lemah bahkan meski masa lalunya begitu mudah. Apa pun dilakukannya untuk keluarga kecil kami. Menjadi kuli, buruh angkat, supir angkot. Semua dia kerjakan. Sehingga kecelakaan seperti yang terjadi hari itu sudah seolah jadi makanannya sehari-hari.
Dia tak pernah menganggap ada bila tangannya berdarah dan terluka. Baginya hanya luka kecil. Hanya saja dia begitu terganggu ketika melihat tanganku melepuh oleh detergen.

“Rany kamu nggak perlu pake acara nyuci segala. Cukup urus malaikat kecil kita dan ajari dia caranya terbang. Aku masih sanggup membiayai semuanya dan memberikan apa yang kamu minta. Walau kamu memang harus sedikit bersabar dan menunggu, tapi aku masih sanggup. Jadi tolong berhentilah bekerja seperti ini…” dan dia mengakhiri kalimatnya dengan satu kecupan lembut di punggung tanganku.

Aku begitu merindukannya.

Melihat kembali jam dinding, yang sudah menunjukkan hari telah berganti dan sekarang sudah hampir jam 2 dini hari. Aku mulai merasa tak enak. Paul menangis dan aku segera berlari untuk kembali menidurkannya.
Paul sudah sebesar ini. Wajahnya benar-benar mirip ksatriaku. Tapi dia punya mata yang seperti mataku. Aku tersenyum mengamati Paul yang mulai pulas. Dan ketika akhirnya aku mulai mengantuk, sebuah ketukan di pintu menyadarkanku.

Aku berlari dengan senyum mengembang, membuka pintu.

“Ah, Kakak sudah pulang!”

“Rany..”

“Loh? Ada apa ini?”

Jantungku seakan berhenti melihat 2 orang berseragam polisi berdiri di depan pintu rumah kami.

“Ibu Rany?”

“Iya, ada apa Pak?” bibirku bergetar dan suaraku sangat sulit keluar.

“Suami ibu kecelakaan. Sekarang sedang di Rumah Sakit…”

Sontak aku meraung dan menangis.

“Ibu bisa ikut kami?”

Aku mengangguk dan segera menggendong Paul, menitipkannya ke rumah tetangga, bahkan meski sangat berat meninggalkannya yang merengek ingin ikut. Kepalaku serasa mau pecah dan aku tidak bisa berpikir sama sekali.
Setibanya di Rumah Sakit ternyata ksatriaku sedang dioperasi. Seorang rekan kerjanya mengaku sebagai saudaranya menjaminkan operasi suamiku.

“Bang Tigor, Kak Aksara kenapa?”

“…”

“Bang, Aksara kenapa?”

“Dia tadi jatuh waktu menyusun bata di lantai 3, Aksara. Tapi dia nggak apa-apa, kok.”

“Nggak apa-apa gimana? Kalo nggak apa-apa kenapa sampai harus operasi segala? Kenapa kalian nggak langsung nelpon aku?!”

“Maaf, Nadia. Tadi kami semua panik, dan nggak ada yang sanggup ngasih tahu kamu. Aksara bilang mau kerja lembur supaya dapat tambahan uang, katanya besok kamu ulangtahun dia mau belikan kamu cincin kawin kalian. Jadi dia kerja sendiri sampe selarut itu…cuma aku yang balik di sana karena khawatir sama dia. Pas aku datang dia udah tergeletak berdarah.”

“Ya Tuhan…” aku menangis sesenggukan.

“Nadia, maaf tapi aku udah duluan lancang menyetujui amputasi di kedua kakinya. Katanya kalo ga diamputasi nyawanya bisa terancam, jadi…”

“Ya Tuhan…”

Sepanjang malam aku terus menangis, terus berdoa semoga ksatriaku yang kuat tidak apa-apa.

Apa yang harus aku katakana mengenai kakinya?

Aku kembali menangis karena tak sanggup membayangkannya.

Andaikan ada hal yang bisa wanita lemah ini lakukan untuknya. Pasti akan kulakukan. Tapi satu-satunya hal yang terus dia minta untuk aku lakukan adalah supaya aku tidak melakukan apa pun.

Ketika akhirnya operasinya selesai dan aku duduk di sampingnya, ksatriaku membuka mata dan menangis.
“Rany…Rany maaf, hari ini kamu ulangtahun dan aku belum sempat membeli cincin untukmu, Rany…”
“…”
“Rany, tolong jangan menangis…”

Aku masuk dalam pelukannya. Pelukan hangat yang sama sekali tak ada ubahnya seperti pelukan kami di gunung pertama kali dulu.

“Rany, aku tak bisa merasakan kakiku…” dan dia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan serta merta menjerit menyadari bahwa kedua kakinya sekarang hanya sebatas lutut saja.

“Rany, kakiku..”

Aku hanya bisa menangis memeluknya.

“Rany, kakiku…kakiku...”

“Iya Kakak, maafkan aku…”

Dan begitulah, semua jadi setragis itu.

Saat beberapa hari kemudian kami pulang, dan aku pergi berbelanja dari hasil mencuciku kembali, aku tak menemukan ksatriaku di rumah. Aku mencarinya ke mana-mana. Menemukannya sedang menina-bobokan Paul di halaman belakang, sambil berkata.

“Suatu hari nanti, Sang Ksatria pasti akan menemukan cara untuk memberikan cincin kepada Sang Putri. Dan mereka bisa hidup bahagia selamanya…”

Aku hanya bisa menangis dan tersenyum bersamaan.

Ah, ksatriaku memang benar adalah seorang ksatria.

Kelumpuhan, kesusahan, sakit dan derita seperti apapun akan selalu berhasil dilaluinya, selama masih bersamaku dan Paul, seperti yang selalu dia katakan selama ini.

***

Dibuat dan dikirim oleh Sagitany untuk memutuskan hubungan dengan Domba - __ -. lari

Kejamnya Rany sampe-Sampe kaki Domba dipotong lagi. . . cry

haik Maafkan kesalahan Domba. . . Nangis




Terakhir diubah oleh Domba tanggal Mon 10 Sep 2012 - 5:31, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Sun 9 Sep 2012 - 21:53

apa ini?
fitnah kejam macam apa ini?!!
HAPUS CEPAT KAKAK!!
Kembali Ke Atas Go down
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Sun 9 Sep 2012 - 21:55

huft
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 25
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Sun 9 Sep 2012 - 22:25

Spoiler:
 

As usual =="
Kisah cinta kelebihan gula yang cuma bikin diabetes tanpa kenikmatan apa pun =="

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 5:50

semestinya saya terharu baca cerita ini
wow
tapi entah kenapa... malah pengen ngakak.. hahhahh
ngakak

-------Mungkin karena terlalu terburu2 menyelesaikannya x yaa.... jadi sisi romantismenya tidak terlalu terasa--------------

-------Mungkin juga karena ada Sagi yang langsung kasih komen sewot di bawahnya x ya... jadi malah bikin ketawa, hahhhaaa-------------

buat Sagi... aduh, jangan kejam-kejamlah kaunya itu lahhh... cie..cie.. hahhaahh
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 10:27

sagi ternyata kamu....

bounce bounce bounce

Spoiler:
 


jempol

ngakak

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 12:49

tuh kan..
sebenarnya versi aslinya ga gini..
beneran deh ga ada nama aksara dan rany..
yg ada NADIA dan JIMMY


maaf ya, ini cerpen pesanan..
dikasih waktu cuma 15 menit buat nulis, dan sama sekali ga diedit (lantaran ga bakal sanggup nahan muntah kalo mesti baca ulang) jadi acak2an di mana2..
dan lagi ini dibuat berdasarkan selera si pemesan yg doyan romance dengan cinta yg berlebihan sampe sesak nafas..
aku kirim ke email, kan buat dia aja..
eh malah diposting di sini..


ini bukan aku yg nulis..
ini nulisnya kan pake gaya si kak aksara..
aku cuma pelaksana..


dan vera!!
kak iin!!
rui!!
blass!!


kalian ga memahami hati gadis yg dipaksa bikin cerita ini..
kejam...
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:14

ngakak
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:17

Kembali Ke Atas Go down
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:17

Bener2 mules perutku nahan ketawa
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:19

eh 15v menit bisa bikin cerpen segini? bagus....
mantab...
Very Happy

aku bikin crepen selesai paling gak sejam an.. itu belom editan. Very Happy


sagi, hati-hati sama kandungannya ya...
eh udah lahiran yak?
eh kapan kalo nikah?
kok gak undang2?

dor dor dor

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:20

Blassreiter wrote:
Bener2 mules perutku nahan ketawa


betul..betul...betul...
ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak

upppsss... ada sagi yg agak sewot tuh di atas...
jad saya ketawanya agak sedikit manis deh...
geli geli geli geli geli


Sagiiiii..... senyum dong sayang....
xixixixii
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:24

kalian jahat banget sih...
ini TERPAKSA tau bikin cerita begini..
setelah ini ga mungkin lagi bisa hubungin dia lagi soalnya..
kami udah pisah tadi malam..
*ah malah curhat*


ini apaan semua pada ngetawain aja?!!
udah jelas cerpen ngasal 15 menit!!


mau ketawa ngakak, mau manis2..
intinya sama aja, ngetawain!!
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:27

emang kenapa sagi? mau hibernasi lebih lama lagi?

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:28

xixixixi....

tapi jd seru ya nih cerpen karena banyak yg ngetawain???


udah pisah??? aih ada apa???

@Vera >>> aduuuhhh... baru aja denger kabar mereka bersatu, ternyata udah pisahan lho...

no
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:30

tenang ja, ntar juga balikan lagi kok, tunggu aja kabar selanjutnya.
bubble

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:33

SP = Sindikat Penggosip

kak aksara sibuk,
kan dia sekarang banyak kerjaan dan lagi udah pindah ke daerah yg susah jaringan modemnya...
itu alasan utama katanya sih..
dan lagi sebisa mungkin menghindari jejaring sosial yg memungkinkan kami ketemu..
(maaf bang tuti)


aduh ketawa sekali lagi dapat ini nih!!
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:33

@ Vera >>> siipp

mana Mr. Domba... kok diem aja...

(hm... kalo Mr. DOmba mucul trus ngebelain si Sagi... hmmm... tambah romantis nih cerita...)

xixixixixi

siul
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:36

ah iya aku selagi inget nih,
kak aksara nitip salam perpisahan karena bakal berhenti main ke SP..
(mungkin balik ya kalo ada yg mendesak? entahlah)

ga ada romantis2nya kak iin,
ini aku semacm belajar bikin cerita vulgar jadinya~
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:38

joget joget joget

menanti gosip Sagi selanjutnyaa

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:39

mas mondo..
mas mondo ke mana sih?
tolong aku dari para penggosip ini, mas~
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:43

iya Bang Mondo ikutan hibernasi tuh kayaknya.
ngantuk



_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:44

saya pengen kabur ahhhhhh

biiiiiiiiiiiiiiiipppppppppppppppppppp

tapi tetep gak bisa nahan ketawa....
geli geli geli geli


mohon maaf untuk ketawanya ya sagiii...
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 13:47

mas mondo kabar terakhirnya adalah dia lagi galau berat..


ah, jangan galau mas,
kan oktober ini udah wisuda..
harusnya semangat dong mas~
Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 27
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   Mon 10 Sep 2012 - 14:11

semangat - semangat - semangat bang...
joget

wah, bang mondo galau juga? wekekeke
musim galau sudah menyebar...

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )   

Kembali Ke Atas Go down
 
Ksatria dan Putri ( karangan Sagitany )
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 4Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Black Ninja dari Gunung Putri, Bogor

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: