SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Bidadari Biru

Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:15


Sudah tiga jam aku duduk di sofa merah ini. Masih setia menunggunya muncul. Sementara itu saat ini di atas stage ada lima dancer berwajah latin. Mereka mengenakan atasan hitam berbelahan rendah dan rok bulu panjang menjuntai, berwarna-warni ada yang mengenakan biru, merah muda, kuning, hijau mencolok sekali. Dandanan ala karnaval brazil. Tidak ada wajah yang aku nanti. Belum dia belum muncul. Pandangan ku beralih ke HP, tidak message maupun call untuk ku. Padahal ini malam minggu. Sialnya justru di malam menyedihkan ini HP-ku sepi bunyi-bunyian. Akh aku benar-benar seorang pria kesepian. Teman-temanku yang biasanya selalu mengangguku di hari sibuk entah sekarang ada dimana. Malam minggu seperti ini ya paling enak berduaan sama pacar. Mana mungkin ada yang inget dengan teman, kecuali orang-orang yang sekarat defisit cinta seperti aku. Tapi tidak denganku sekarang.

Akhir-akhir ini, aku menemukan arti cinta sesungguhnya. Rasa yang terlalu dalam. Terlalu rumit untuk dijelaskan. Terlalu indah untuk di bayangkan. Terlalu sulit untuk di telaah. Terlalu gila untuk di normalkan. Aku yang tengah tergila-gila pada nya. Saat masih sibuk mengamati status seluruh friend yang ada di list HP-ku, iringan musik karnaval telah usai di gantikan dengan nada ini, pasti dia. Dia kekasih hatiku. Iya dia muncul, hampir saja HP terlepas dari genggamanku. Sudah tidak ku pedulikan status siapa pun, HP, minumanku, rokokku pun tergeletak manis di asbak meja. Tidak ada satu pun yang mengangguku melihat dia muncul pertama kali. Dia datang. Seketika suasana kafe ini berubah menjadi istana. Panggung adalah singgasana sang putri. Iringan musik club berubah menjadi tiupan terompet para punggawa. Sang putri datang. Dia cintaku. Dengan mata berbinar-binar menyambutnya, dia sungguh jelita. Dia mengenakan mini dress berwarna keemasan dengan dua orang di belakangnya. Meski berkostum serupa tapi dua orang di belakangnya tampak seperti dayang-dayangnya. Dialah permaisuri hatiku. Bidadariku. Cahaya lampu sorot kafe ini bergantian menyinarinya. Cahaya yang di dominasi berwarna biru, menyorotnya. Dia di penuhi biru. Oh bidadari biruku, begitu aku menyebutnya.

Dia masih di tengah sana, meliuk-liukan badan. Dia dan dua dayang-dayangnya. Sudah tiga puluh lima hari aku mengamatinya, mengamati sosok sempurna yang berdiri di tengah sana. Pernahku ajak teman-temanku kesini memamerkan keindahan kekasih hatiku. Sebagian besar mereka melonggo, awalnya pasti mengheningkan cipta satu atau dua menit setelah itu baru berkomentar.
“gila, cantik banget”
“anjrit lo, kalau bini gue kayak gini udah gue kurung dia di rumah terus”
“kalau gue sih punya bini kayak gitu, bisa-bisa gue nggak mau keluar rumah”.

Komentar-komentar lain yang bertipe senada seperti itu. aku tahu dia sangat cantik tapi ada yang membuatnya berbeda dari perempuan cantik lainnya. Wajahnya sulit di ungkapkan dengan kata-kata, walau dia sering menyunggingkan senyuman tapi tersimpan kegetiran di sana. Ada yang dia sembunyikan. Aku tidak tahu apa, tapi dia sepertinya mengalami kehidupan yang tidak menyenangkan. Aku hanya bisa menduga-duga tanpa tahu yang sebenarnya. Sialnya sampai detik ini aku tidak mengetahui apa-apa tentang dirinya. Aku hanya tahu panggilan kecilnya Vira. Suatu kali aku pernah menguping pembicaraan para dancer ini ketika di toilet. Aku tidak begitu jelas mendengar pembicaraan mereka, hanya samar-samar membicarakan hal yang tidak penting. Urusan wanita, high heels patah salah satu dancer. High heels, maskara, dan bulu mata palsu tidak ada di kamus pria. Di situ aku mendengar suara tawa Vira. Merdu, menghanyutkanku ke palung terdalam. Dialah bidadariku satu-satunya. Bidadari biru.

Malam ini aku masih belum mengalami kemajuan, hanya tahu dia menari di kafe ini saat malam minggu, dia mulai tampil dini hari sekitar jam satu malam lebih lima belas menit, Dia tertawa renyah, dia suka menggigit-gigit bibirnya ketika ia cemas, dia di antar dan pulang dengan mobil sedan hitam. Dengan sedan yang sama, dengan pria yang sama, pria yang berbadan besar entah siapanya, mungkin kekasihnya, atau yang terburuk suaminya. Aku tidak begitu peduli yang aku pedulikan hanya dia. Bidadariku. Pria tinggi besar yang lebih cocok jadi bodyguard itu jarang turut serta menemani di kafe. Dia hanya mengantar dan menjemput bidadariku. Pernah aku memergoki mereka berciuman. Rasa nya duniaku runtuh, ingin aku lenyapkan pria jelek itu. cowok sejelek dia tidak pantas untukmu wahai sang putri. Entah moment itu walau terasa menyakitkan tapi membahagiakan, waktu itu tepat seminggu aku tidak melihat bidadariku. Aku sempat kehilangan jejaknya.

Sebelumnya aku bertemu pertama di kafe dekat tempat ku bekerja, ketika aku habis beradu argumen hebat dengan pasanganku Ratri yang telah empat tahun aku bersamanya. Walau selama itu bersama, aku tidak merasakan getaran-getaran cinta yang super dahsyat seperti yang aku rasa bersama bidadariku. Setengah mabuk aku melihat bidadariku menari-nari. Dia memakai kostum angel lengkap dengan sayap putihnya namun sorot biru menjadikannya bidadari biru. Siluet bayang malaikatnya tergambar jelas dibenakku tidak bisa lepas. Aku hanya ternganga melihatnya. ”Ada malaikat ma, mama ada malaikat”. Mendadak aku menjadi sosok anak kecil yang bergelanyut pada kaki mama. Seketika aku lupa pada mantan pacarku yang bawel, manja dan menjemukan. Baguslah aku bisa berpisah darinya. Aku menemukan pengganti yang jauh lebih indah, walau dirinya belum menemukan ku. Tenang saja suatu saat aku akan mendapatkanmu. Mendapat seluruh jiwa dan ragamu bidadari biruku. Pertemuan pertama ku sekaligus perpisahan pertamaku dengannya. Setelah itu aku lama tidak menemukannya. Sampai seminggu kemudian aku melihatnya berciuman dengan pria jelek itu.

Sudah dua minggu aku mengamatinya di kafe ini, ingin rasanya aku memeluknya, mencumbunya, mengusap kepalanya, mengambil kepedihannya, kegetirannya. Biar aku saja yang menanggung jangan kamu, jangan kamu bidadariku. Aku ingin wajah cantikmu berseri-seri. Memancarkan cahaya cinta untukku. Hanya untukku. Malam ini aku tidak lagi melihat pria jelek itu. Ada yang beda dengan bidadariku, dia terlihat lebih cantik. Walau hari biasanya pun sudah sebegitu cantik. Tapi malam ini beda, sangat berbeda, nafsuku sangat memburu padanya. Dengan balutan gaun merah berbelahan tinggi jauh di atas lututnya. Ketika ia bergerak paha mulusnya terlihat. Indah sekali. Gila kenapa dia begitu menarik sekali malam ini. Aku butuh dia, butuh keindahannya. Sesekali matanya beradu tatap denganku. Aku tak kuasa menatap matanya lama-lama. Mata gelap yang sangat indah itu, membuatku kehilangan kesadaran serasa melayang tinggi. Bidadari biruku dalam balutan merah. Sungguh aku menggilainya.

Sayangnya obsesiku pupus, dia sekarang bersama pria lain. Pria berwajah tirus, pucat menyedihkan itu menjemput nya. Sekali lagi aku hanya dapat meratapi ketidakberanianku, kelemahanku. Berkenalan langsung saja dengannya aku tak berani, membayangkan nya saja sudah membuat ku kencing di celana. Hahaha aku pria paling pengecut di dunia. Akhir malam ini aku hanya meratapi nasibku. Keesokan malam aku kehilangan dirinya lagi. Malam demi malam aku lewati tanpa melihatnya. Separuh jiwaku hilang. Setiap malam aku mencari dari bar ke bar, kafe ke kafe, dari satu tempat hiburan ke tempat lain tapi tak menemukannya. Ia menghilang begitu saja. Sampai suatu malam aku melihat sinar nya berkilau dari pojok lorong jalan. Dia mengeluarkan taring.

Aku baru tahu dia bertaring lancip. Dia setengah siluman, mungkin drakula atau apa, aku masih tidak percaya dengan yang aku lihat. Kukunya seketika memanjang. Dia tengah asyik mencabik-cabik hati seorang pria. Pria berwajah tirus itu. Pria itu berdiri di hadapannya tanpa mampu berkata apa-apa. Dengan rakus bidadariku menghisap darah pria itu. Setelah meninggalkan pria itu tergeletak di pojok lorong jalan. Bidadariku dengan ringan melangkah. Ada kepuasan di sana. Wajahnya terlihat sangat cantik, sama seperti seminggu yang lalu sebelum aku kehilangan untuk kedua kali. Jangan-jangan pria jelek tinggi besar itu pun telah di perlakukan sama. Tidak, aku tidak percaya dengan yang kulihat. Mimpi ini pasti mimpi.

Kepalaku masih pening samar-samar aku melihat televisi.
“Jakarta digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki berusia 30 tahunan dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh lagi. ini sudah kedua kali terjadi. Ada berbagai organ tubuh yang hilang. Di antaranya jari manis sebelah kanan dan jantung. Di duga pelakunya orang yang sama. Kemungkinan besar pelakunya wanita”.
“Kami akan mengungkap pelakunya secepatnya, saat ini masih dalam penyelidikan“ ujar seorang yang memakai seragam polisi.

Aku baru sepenuhnya tersadar aku tidak berada di apartemenku. Di sekitarku banyak benda-benda asing yang bukan milikku. Di atas televisi yang kulihat itu terdapat hiasan yang sangat ganjil. “Toples-toples berisi cairan dan organ tubuh manusiakah itu?“, iya itu jantung dan jari manis dengan cincin yang masih melingkar di jarinya. Sementara tanganku terikat, dan kepala ku ini masih terasa nyeri karena terkena hantaman benda tumpul. Bidadariku berubah menjadi nightmare ku. Dia menyadari ada kehadiranku yang menyaksikan aksinya menghabisi pria berwajah tirus. Dia mendekatiku perlahan, mengusap kepalaku, menyentuh bibirku. Hal yang biasanya hanya muncul dalam khayalku tapi sekarang nyata. Dia benar-benar berdiri di sampingku. Dia membawa pisau tajam di belakang punggungnya yang suatu saat siap dia hunjamkan ke dadaku. Lirihku memanggil “Ratri... forgive me“, dengan mata tertunduk melirik jariku masih utuh. Jari manis kananku masih melingkar cincin yang berukirkan nama Ratri, tapiku sadari itu tidak untuk waktu yang lama. nightmare ku akan mengambilnya dariku. Tidak!



[/justify]


Terakhir diubah oleh Auryn tanggal Mon 20 Aug 2012 - 11:54, total 12 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:29

Sementara itu saat ini di atas stage ada lima dancer berwajah latin. Mereka mengenakan atasan hitam berbelahan rendah dan rok bulu panjang menjuntai, berwarna-warni ada yang mengenakan biru, merah muda, kuning, hijau mencolok sekali. Dandanan ala karnaval brazil. Tidak ada wajah yang aku nanti. Belum dia belum muncul. Pandangan ku beralih ke HP, tidak message maupun call untuk ku. Padahal ini malam minggu. Sial nya justru di malam menyedihkan ini HP ku sepi bunyi-bunyian.

manurutku lebih bagus ga usah pake bahasa asing di situ ryn,
malah jadi berkurang manis ceritanya..
kalo istilah2 oke, ini rasanya mereka maksa ada di sna.
hehe.
#cinta indonesia
narsis

tapi keseluruhan oke kok, aku suka..
bagian penulisan tunggu rui aja ya,
komen2 lain kita panggil para suhu juga..
ayo datang suhu2 SP..
tung
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:34

oya kak sagi tadi di komputer ku uda bener lah masuk sini mesti diedit lagi ya nggak bisa otomatis puyeng
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:37

hahaha,
gitu ya?
eh ngomong2 auryn cantik ya..
wow
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:38

kalo kata stage tak ganti panggung jadi aneh, terus kalo dancer jadi penari kan yang dibenak kita penari itu kan menarikan tarian tradisional kayak penari jaipong gitu nggak ya CMIW
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:41

makasi kak sagi,kak sagi juga cantik
kalo cerita gimana
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:43

ga juga ryn,
ga selamanya penari itu identik sama yg tradisional..
tapi itu pendapat pribadi loh,
kan cerita ini hak penulis mau diapain..
tik

ntar ya..
belum baca keseluruhan soalnya~
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:48

ceritanya keren ryn!
jadi merinding..
Nangis

eiya auryn..
tolong komen cerpenku juga ya,
kasih kritik dan saran,
yg 'belum ada judulnya' sama 'aku, dia, dan bintang kejora'
#promo
dapat ide
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:52

okeeeeeeeee
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sat 26 May 2012 - 23:59

ditunggu..
tung
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sun 27 May 2012 - 10:05

awal cerita = membuat detak jantungku berdebar-debar keras. . . semua latar dan cerita berhasil membuai ku menatap tempat itu.. . . shy aku terbawa ke dalam cerita

awal cerita menuju tengah= Oh aku mengerti perasaan pria itu, perasaan pria yang di rundung asmara dan cinta buta yang memabukkan... ( auryn... kamu itu mengerti banget perasaan cowo deh . . .) yes

tengah cerita= konflik yang meremukkan hati. . .. oh... ( auryn kamu bakal bisa menjadi penulis berbakat deh, hampir merinding oleh bakatmu dan beberapa kali mengigit bibir bawah merasakan emosi dan ketegangan yang tercipta oleh penulisan Auryn ) jempol

tengah menuju akhir cerita = WHATT!!!!!!!! cerita romancenya berputar puyeng aku kehilangan arah. .. . WHAT!!!! ( twist yang bagus. . . buat para pecinta horor atau thriller ) *I am not*

Akhir cerita = murka dimana BUNGA-BUNGANYA!!!!! adanya cuma darah dimana-mana. . . murka ....


Menurut pendapat saya... cerpen ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah novel yang sangat bagus.... tergantung tokoh utamanya siapa. . .

kemudian cerita ini jika benar-benar dijadikan cerita romance... di mana bidadari biru itu benar-benar wanita dan cerita berlanjut.... mungkin akan banyak mengugah minat pembaca wanita... mungkin saja wanita itu penari yang sendirian dengan masalah pribadi = nyambung ke masa lalu Yui atau penari itu memang Yui yang single mother karena Yui juga penari yang merindukan panggung, ..... kemudian pria itu mendekatinya dan berusaha membangun keluarga bahagia denagn rasa rendah dirinya.... wanita yang pernah terluka, pria yang mencintai... menghadapi masa depan...

.. . . terciptalah sebuah cerita romance yang bisa di terbitkan. . .. 100 - 200 halaman...

Tapi jika tidak mau dijadikan novel dan kirim saja cerpen ini sehabis edit dikit ke majalah cerpen tapi lihat dari tempat cerpennya.. jika cerpennya nerima romance.. yang horor gini gak bakal masuk...

jadi ngirimnya sesuai permintaan majalah.. horor ke horor.... romance ke romance.. fantasy ke fantasy... kalau enggak ntar langsung di tolak.... ngopi

INI MASTERPIECE CERPEN Auryn...... perasaannya benar benar kerasa.... sampe memaksa daku mengigit bibir.... merasakan hati berdenyut.. denyut.... yes

Auryn... engkau berbakat...


Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sun 27 May 2012 - 11:54

lha berbunga-bunga kan tak kasih tanda kutip, harusnya kak aksara sudah menduga Twisted Evil
aku nggak suka bikin happy ending bubble
suka yang marah
hehehe
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Sun 27 May 2012 - 15:27

Auryn.... Nangis . .. apa yang terjadi padamu nak.... kok bisa memiliki luka sebesar itu....

Auryn.. gua yakin loe bisa jadi penulis deh.. serius... yes Auryn lagi kuliah atau dah kerja? ada buat novel panjang? shy

Cerpen berikutnya masih di tunggu loh. . . yes
Kembali Ke Atas Go down
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 33
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Wed 30 May 2012 - 2:10

wow...akhir yg gak terduga bgt nih... Top

tp klo aku sih lbih suka klo di prolog ny ada sdikit ptunjuk/kata2 yg ngegambarin kemisteriusan si cewe...misalkan lirikan skilas si bidadari yg sorot matany gak bisa dtebak saat si bidadari mnggoda tokoh bwt jd korban slnjutny...

trus pas klimaks, thriller ny kurang berasa tegangny...mgkn prubahan si bidadari jd vampir lebih dgambarkan...tmbahin kata2 sperti "wajahnya yg dijatuhi cahaya muram rembulan malam" atau yg sprti itulah yg mnambah ksan tegangny,...sori jrang bikin yg thriller2.. centil

klo adegan thriller ny bisa dsempurnain, psti keren bgt nih cerpen... wow

Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Wed 30 May 2012 - 9:50

dan aku bakalan makin merinding kalo gitu,
Kembali Ke Atas Go down
Domba
Penulis Berbakat
Penulis Berbakat
avatar

Jumlah posting : 397
Points : 414
Reputation : 3
Join date : 31.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Thu 31 May 2012 - 21:08

Kak Auryn... Salam kenal... ini domba

Kak Auryn keren banget cerpennya kak...

ikutan lomba ini yuk ? http://sindikatpenulis.indonesianforum.net/t593-penulisan-romance-qanita-14-juni-2012. . .

Tapi batas waktunya cuma sampe 14 juni 2012....

ikut yah kalau ada waktu Kak Auryn ^ ^
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Thu 31 May 2012 - 23:57

Domba wrote:
Kak Auryn... Salam kenal... ini domba

Kak Auryn keren banget cerpennya kak...

ikutan lomba ini yuk ? http://sindikatpenulis.indonesianforum.net/t593-penulisan-romance-qanita-14-juni-2012. . .

Tapi batas waktunya cuma sampe 14 juni 2012....

ikut yah kalau ada waktu Kak Auryn ^ ^

niat banget ya domba..
hihihi
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 1 Jun 2012 - 22:55

kak win, di cerita ini si bidadari birunya nggak ada niatan buat ngejadiin si tokoh menjadi korban selanjutnya, kebetulan si tokoh melihat pembunuhan yang dilakukan si bidadari biru itu, dan tokoh pun sesuai kriteria dengan korban-korban nya. si bidadari nggak mungkin menggoda tokoh, si tokoh sepenuhnya merasakan cinta sepihak.

iya nih klimaks nya nanti tak edit jadi yang lebih mencekam. maksudku biar nggak terlalu shock gitu pembacanya kan abis di ombang-ambing sama perasaan cintanya si tokoh.


Terakhir diubah oleh Auryn tanggal Fri 1 Jun 2012 - 23:01, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 1 Jun 2012 - 22:56

lha kak aksara kok jadi tamu ya?? tung
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 1 Jun 2012 - 22:59

kak aksara ditelan ubur2..
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 1 Jun 2012 - 23:03

centil gak mungkin ubur2 mau nelan dia
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 1 Jun 2012 - 23:04

whahahaa..
dia lagi bersemedi, ryn..
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 8 Jun 2012 - 21:26

btw domba ni sapa ya? teliti
Kembali Ke Atas Go down
Domba
Penulis Berbakat
Penulis Berbakat
avatar

Jumlah posting : 397
Points : 414
Reputation : 3
Join date : 31.05.12

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 8 Jun 2012 - 21:35

wow Auryn sayang.... ku
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Bidadari Biru   Fri 8 Jun 2012 - 21:39

domba itu jelmaan kak aksara~
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Bidadari Biru   

Kembali Ke Atas Go down
 
Bidadari Biru
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 4Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» WTS : Ninja 250 biru dongker Tahun 2011 Full modif minimalis ( SOLD BRO )
» [JUAL] NSR-RR Biru-Putih (ori) Th 2000
» JUAL Kondom Tangki Ninja 250. Biru Dongker Metallic. Model ZX10. Rp.300.000.
» Single Seater nin250 warna biru candy
» [WTS] Single Seater Malaysia BIRU

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: